Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Polemik Kelas Jurnalistik Ruangguru di Program Kartu Prakerja
INDOVIZKA.COM- Kelas pelatihan jurnalistik di platform belajar daring Skill Academy milik Ruangguru berpolemik. Pasalnya, program daring terkait kewartawanan masuk sebagai materi dalam program Kartu Prakerja, yang mana Ruangguru masuk sebagai perusahaan penyedia.
Jurnalis selaku instruktur di kelas tersebut, Prita Kusuma, meminta materi pelajarannya tak sepakat dan meminta Ruangguru menurunkan materinya dari daftar program Kartu Prakerja.
Prita beralasan jika Ruangguru tidak memberitahu jika video pelatihan jurnalistik-nya bakal dipakai dalam Kartu Prakerja. Tujuan dari video itu untuk berbagi ilmu tentang jurnalistik kepada pengguna luas. Sementara Kartu Prakerja menggunakan APBN.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Proses negosiasi Prita dan Ruangguru berakhir dengan kata sepakat. Manajemen startup pendidikan milik mantan stafsus milenial Presiden Joko Widodo, Belva Devara, setuju mengeluarkan kelas jurnalistik Prita dari daftar program untuk Kartu Prakerja.
"Perkembangan terbaru, Jumat (1/5) malam, saya sudah mendapat respons dari tim Skill Academy, atas permintaan saya yang berkaitan dengan video kelas jurnalistik tersebut," kata Prita saat dihubungi kumparan, Sabtu (2/5).
"Tim Skill Academy memastikan kelas tersebut tidak ada di paket Prakerja per tanggal 2 Mei 2020," lanjutnya.
Public Relation Lead Ruangguru Sekar Krisnauli mengatakan, pihaknya memaklumi adanya permintaan penghapusan video tersebut. Menurut Sekar, kelas pelatihan jurnalistik itu sudah ditarik per hari ini. "Kami memutuskan bahwa kelas tersebut tidak akan ditawarkan untuk peserta Kartu Prakerja mulai dari tanggal 2 Mei 2020," kata Sekar dalam keterangan tertulisnya.
Ruangguru mengklaim jika memiliki hak untuk menempatkan setiap program yang ada dalam platformnya, termasuk melibatkannya dalam Kartu Prakerja.
“Dalam konteks kerjasama dengan Sdri. Prita, kerjasama sudah dilakukan sejak 2019, di mana hak cipta dan penggunaan berada di pihak Skill Academy sepenuhnya. Hal tersebut sudah disepakati sejak awal kerjasama oleh kedua belah pihak dengan kontrak tertulis,” terangnya.
Meski demikian, Ruangguru tetap memutuskan untuk bersepakat dengan Prita soal keberadaan kelas jurnalistik. “Namun, kami juga berusaha memahami atensi publik yang mungkin dilalui oleh Sdri. Prita, dan permintaannya untuk menarik kelas tersebut.”
Kelas jurnalistik tersebut hanya ditarik dari program Kartu Prakerja dan masih bisa diakses di platform Skill Academy. Kelas tersebut berisi 12 materi dengan topik bahasan beragam mulai dari ‘Pengenalan Jurnalistik’ hingga ‘Menulis Berita Online’.
Prita sebelumnya dikenal sebagai seorang reporter televisi swasta nasional dan memulai kerja di dunia jurnalistik sejak tahun 2016. Kini Prita bekerja di salah satu kantor berita asing di Jakarta.
.png)

Berita Lainnya
Sumber Gaji PPPK Belum Jelas, Tenaga Non ASN Jadi Korban
Anggota DPR Ini Ungkap Alasannya Mau Disuntik Vaksin Nusantara Lebih Awal
Kemenperin Buka 786 Formasi CPNS, Simak Rinciannya
Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI Nomor 4 Setelah China, Vietnam dan Korsel
Sudah 30 Ribu Pasangan Daftar Pernikahan Secara Online
Soal Sandiaga Uno Jadi Menpar, PKS Merasa Aneh
THR PNS Bisa Cair Mulai Besok, 28 April 2021
Semua Harus Tahu, Apakah Polisi Berhak Menyita STNK Jika Belum Bayar Pajak Tahunan?
Ada Isu Zat Berbahaya Bromat Pada Air Kemasan dan Galon, Ini Tanggapan Ahli
KPK Tegaskan Pengembalian Uang Korupsi Tak Hapus Pidana
Abdul Wahid : Pemerintah dan Badan Legislasi DPR RI Sepakat Kluster Pendidikan Tidak Masuk RUU Omnibus Law
Polri Beberkan Identitas 3 Terduga Teroris JAD Kalimantan Tengah