Pilihan
Swasembada Pangan dan Pupuk Terjangkau Jadi Prioritas Pemerintah
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan deregulasi berhasil mempercepat distribusi pupuk kepada petani.
“Dulu petani sudah mau tanam, pupuk belum tiba. Sekarang distribusi langsung, cepat, dan tepat sasaran,” ujar Amran di Jakarta.
Amran menjelaskan strategi swasembada pangan sebagai fondasi stabilitas ekonomi nasional dalam Indonesia Economic Outlook 2026. Menurutnya, ada dua langkah utama untuk percepatan swasembada pangan: deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern.
“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern,” katanya.
Dalam setahun terakhir, pemerintah menerbitkan 13 Peraturan Presiden di sektor pertanian dan mencabut sekitar 500 regulasi internal yang menghambat program. Deregulasi ini mempercepat distribusi sarana produksi sekaligus menurunkan biaya produksi petani.
Reformasi paling signifikan terjadi pada tata kelola pupuk. Distribusi kini dipangkas langsung dari Kementerian Pertanian ke Pupuk Indonesia hingga ke petani, menurunkan biaya hingga 20 persen dan meningkatkan volume 700 ribu ton tanpa tambahan anggaran.
Nilai Tukar Petani mencapai 125, tertinggi sepanjang sejarah, didukung Harga Pembelian Pemerintah gabah Rp6.500 per kilogram yang menghasilkan perputaran ekonomi Rp132 triliun. Presiden Prabowo Subianto menegaskan produksi beras 2025 mencapai 34,7 juta ton, naik 13 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan cadangan Bulog 4,2 juta ton.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah mampu menjamin ketersediaan pupuk bagi petani dengan cukup, adil, dan harga lebih terjangkau sejak awal masa pemerintahannya.
"Saya sudah buktikan, pemerintah sudah buktikan begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani dengan adil dan dengan cukup dan dengan harga yang kita turunkan," jelas Presiden Prabowo.
Presiden menambahkan bahwa sejak 31 Desember 2025, Indonesia telah mencapai swasembada beras dan optimistis segera swasembada jagung.
"Insya Allah dalam 3 tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya," ujarnya.
Program optimalisasi lahan rawa menjadi strategi ekspansi produksi jangka panjang, dengan revitalisasi 200 ribu hektare lahan di Kalimantan menggunakan sistem irigasi modern. Selain itu, pemerintah menargetkan penurunan harga pangan melalui distribusi yang lebih efisien, memastikan ketersediaan pangan terjangkau bagi seluruh rakyat. ***
.png)

Berita Lainnya
Triwulan Pertama, Transaksi Kanal Digital BSI Tembus Rp40,85 Triliun
Waspada! Kali Ini CDC Pastikan Covid-19 Bisa Menular Lewat Udara
PAN Usul Pemerintah Terapkan Lockdown Tiap Akhir Pekan
Seorang Dokter di Medan Jadi Tersangka Kasus Suntik Vaksin Kosong
Promo Tambah Daya Listrik PLN Berlaku Hingga 31 Mei, Simak Rincian Biayanya
Abdul Wahid Apresiasi Langkah Pemerintah Cabut Larangan Ekspor CPO dan Minyak Goreng
KDRT Tidak Hanya Kekerasan Fisik, Simak 5 Tandanya
Pemerintah Perkuat Tata Kelola Digital demi Bangun Ekosistem Media Ramah Anak
Satelit Telkom-3 Jatuh ke Bumi, Tapi Jadi Misteri
Akhirnya! Antivirus Corona Made In RI Resmi Dipatenkan
PLN PEDULI Bantu Kelompok Petani Buah Naga Kabupaten Lingga
1 Februari 2020 WhatsApp Tak Bisa Lagi Dipakai di HP Android