Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Dua Santri dari Magetan Positif Corona, Diskes Cari 44 Warga Pelalawan Berkaitan dengan Klaster Magetan
PANGKALAN KERINCI - Munculnya dua warga Pelalawan terkonfirmasi positif corona, Sabtu (9/5/2020), merupakan Klaster Magetan yang menjadi penyebar virus di beberapa daerah di Indonesia termasuk Pelalawan.
Tim survey Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan dibantu petugas Puskesmas dan aparat setempat sebenarnya telah mencari keberadaan warga Pelalawan yang berkaitan dengan Klaster Magetan.
Tercatat 44 warga yang berhubungan dengan klaster ini tersebar di lima kecamatan mulai dari Langgam, Banda Seikijang, Pangkalan Kuras, Bandar Petalangan, Kuala Kampar, dan Ukui.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Petugas melakukan rapid test sejak Selasa (6/5/2020) lalu ke rumah masing-masing warga hasil tracing contac itu.
Tak hanya santri saja, warga yang baru pulang dari Magetan juga "diburu" petugas medi untuk mendeteksi penyebaran Covid-19.
Hal ini juga sebagai anjuran dari tim gugus tugas penanggulan Covid-19 Provinsi Riau.
"Dari 44 orang itu ada 25 orang santri dari Magetan. Selebihnya merupakan keluarga dan masyarakat yang dari sana," beber Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, Asril M.Kes, dikutip dari tribunpekanbaru, Sabtu (9/5/2020).
Hingga Jumat (8/5/2020) lalu, tim surveylan telah berhasil menemukan 32 orang dari 44 warga klaster magetan.
Hasil pemeriksaan rapid test dari 32 warga itu dinyatakan negatif corona. Hingga dua orang dinyatakan positif pada Sabtu (9/5/2020) ini.
Proses pencarian warga klaster Magetan ini tidak berjalan mulus bagi tim gabungan.
Kebanyakan masyarakat dan keluarga yang bersangkutan tidak kooperatif saat hendak dilakukan pemeriksaan cepat ini.
Selain itu jarak tempuh yang jauh membutuhkan waktu lama untuk mencapai kediaman yang bersangkutan.
"Kita akan tracing lagi dari yang dua positif dari Langgam dan Ukui ini," tandasnya. (*)
.png)

Berita Lainnya
Gubri Minta Masyarakat Bagansiapiapi Jaga Jembatan Sei Besi
Bulog Tembilahan Pastikan Stok Beras Cukup Tiga Bulan ke Depan
Under Cover Berhasil, Polsek Kuala Cenaku Kembali Ringkus Pengedar Sabu
Meriahkan Milad Inhil, PWI Gandeng PLN Gelar Lomba Jurnalistik
Ratusan Mahasiswa dan Buruh Desak DPRD Inhil Tolak UU Omnibus Law
Wawako Pekanbaru Tinjau Lahan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Okura
Sambut Kerja Sama Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia, Pemprov Riau Harap Berdampak ke Pelaku Usaha
Kodefikasi Wilayah Kecamatan Pemekaran di Pekanbaru Sudah Keluar
Usulan PSBB 5 Daerah di Riau Disetujui Menkes
Alokasi Dana Desa Belum Dicairkan, Sejumlah Kades di Meranti Ancam Tutup Kantor
DPC PKB Inhil Taja Vaksinasi di Kotabaru Seberida
Panitia Pilkades Sialang Panjang Tetapkan Empat Calon dan Nomor Urut