Pilihan
Proyek Jalan Lintas Timur Masih Berjalan, Pengendara Hadapi Antrean dan Kepungan Debu
PELALAWAN, INDOVIZKA.com – Proyek rekonstruksi dan rehabilitasi ruas jalan Simpang Lago-Sorek I di Kabupaten Pelalawan, Riau, terus dikerjakan. Namun, aktivitas proyek bernilai Rp177,43 miliar tersebut membuat pengguna jalan harus berhadapan dengan penyempitan badan jalan, sistem buka-tutup arus lalu lintas hingga debu yang mengganggu jarak pandang.
Pekerjaan yang dilaksanakan PT Global Jaya Maritimindo (GJM) itu meliputi rekonstruksi jalan sepanjang 8,5 kilometer dan rehabilitasi sepanjang 1 kilometer. Masa pelaksanaan proyek berlangsung sejak 2025 hingga 2027, dengan nilai kontrak sebesar Rp177.434.427.000.
Pantauan di lapangan, aktivitas pekerjaan masih berlangsung di sejumlah titik. Untuk menjaga arus kendaraan tetap berjalan, dilakukan sistem buka-tutup pada lokasi yang mengalami penyempitan badan jalan.
Kondisi tersebut cukup terasa ketika volume kendaraan meningkat. Kendaraan, khususnya kendaraan besar, harus mengantre sebelum mendapat giliran melintasi titik pekerjaan.
Salah satu titik antrean berada di sekitar KM 75, sementara kendaraan besar diarahkan menuju jalur lingkar.
Humas Lapangan PT GJM, Sudarsono alias Eno, mengatakan aktivitas pengerjaan jalan tetap berjalan meskipun pengaturan lalu lintas diberlakukan di sejumlah titik.
“Pengerjaan tetap jalan. Kemacetan durasinya maksimal 30 menit sekali,” ujar Sudarsono. Selasa(15/9/2026)
Menurutnya, durasi buka-tutup tidak selalu sama karena disesuaikan dengan kepadatan kendaraan di lapangan. Dalam kondisi tertentu, pengaturan dapat dilakukan sekitar 15 menit sekali.
“Bisa 15 menit sekali, tergantung dari intensitas kendaraan,” katanya.
Selain KM 75, penyempitan badan jalan juga terjadi di sekitar KM 83. Di lokasi tersebut kontraktor tengah mengerjakan pembangunan box culvert baru.
Sudarsono menyebut pembangunan box culvert saat ini menjadi salah satu fokus pekerjaan. Dari total 10 titik box culvert yang direncanakan, baru empat titik yang telah dikerjakan.
“Sekarang ini pengerjaan sedang terfokus penyelesaian box culvert. Ada 10 titik yang akan dikerjakan, sementara yang sudah dikerjakan baru empat box culvert,” jelasnya.
Artinya, masih terdapat sejumlah titik pekerjaan box culvert yang harus diselesaikan. Kondisi ini berpotensi kembali memunculkan penyempitan badan jalan dan membutuhkan pengaturan lalu lintas selama proses pengerjaan.
Tak hanya antrean, persoalan debu juga menjadi keluhan yang tak bisa diabaikan. Cuaca panas membuat kondisi jalan cepat kering sehingga debu kembali beterbangan ketika kendaraan melintas.
Debu yang terangkat bahkan disebut dapat mengganggu jarak pandang pengendara.
Sudarsono mengatakan kontraktor telah melakukan penyiraman jalan untuk mengurangi debu. Namun, tingginya suhu membuat air hasil penyiraman cepat mengering.
“Pihak kontraktor selalu melakukan penyiraman. Namun karena cuaca panas, cepat terjadi pengeringan sehingga intensitas debu jalan meningkat,” ungkapnya.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena ruas Simpang Lago-Sorek I tetap menjadi jalur lalu lintas masyarakat dan kendaraan bertonase besar.
Ketika debu kembali beterbangan, pengendara harus meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang dapat terganggu, terutama saat berpapasan atau berada di belakang kendaraan besar.
Proyek dengan nilai kontrak lebih dari Rp177 miliar tersebut memang ditujukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Namun selama pekerjaan berlangsung, pengaturan lalu lintas dan pengendalian dampak proyek juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Pembangunan jalan diharapkan tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga tetap memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
.png)

Berita Lainnya
Diskusi Publisher Rights SMSI, Kadis Kominfotik: Pemprov Riau Dukung Jurnalisme Berkualitas
DPRD Pekanbaru Kritik Gonta-ganti Kepala DLHK
Polres Inhil Gelar Sertijab Kasat Lantas dan Dua Kapolsek
Antisipasi Covid-19, Satgas TMMD ke 111 Laksanakan Swab Antigen
Kepala Dinas Sosial Tinjau Rumah Warga Korban Angin Puting Beliung
Lion Air Delay 5 Jam di Bandara SSK II Pekanbaru
Seminggu Jelang Ramadan, Sebagian Harga Kebutuhan Pokok Fluktuatif
Momentum HUT Partai Golkar Ke-56, DPD II Kampar Bagikan Masker di Pasar Air Tiris
Bank Mandiri Taspen Gelar Sosialisasi Batas Pensiun
Insentif RT/RW di Pekanbaru Naik 100 Ribu
Polres Pelalawan Sekat Pintu Masuk dan Keluar Pelalawan
Kampar Tertinggi, Gubernur Riau Paparkan Produksi Budidaya Ikan Air Tawar