Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Anak Bosan di Rumah Karena Covid-19, Orang Tua Dituntut Kreatif
PEKANBARU - Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang hingga saat ini masih berlangsung membuat sektor pendidikan menjadi terganggu, sudah lebih kurang lebih empat bulan siswa-siswi harus belajar dari rumah. Baik melalui Dalam Jaringan (Daring) ataupun memang sudah diberikan tugas dari guru di sekolah.
Selain tak dapat bersekolah, anak-anak juga tak dapat bermain dengan leluasa bersama teman-temannya di luar rumah seperti biasa karena Covid-19. Hal tersebut tentu dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi psikologi anak karena terlalu bosan atau jenuh terlalu lama berada di rumah.
"Anak-anak waktunya adalah bermain, jadi yang membuat anak bosan itu adalah anak terlalu di kungkung d idalam rumah tanpa ada aktivitas yang dikerjakan," cakap Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Pekanbaru, Widioni, Selasa lalu.
- Dilaporkan Hilang Sejak November 2022, Remaja di Duren Sawit Ternyata Sengaja Kabur
- Viral, Gadis Cantik Bantu Ibunya Jadi Penyapu Jalan
- Tips Agar Anak-anak Bersemangat Berpuasa Ramadan
- Tata Cara Shalat Tarawih dan Witir di Rumah Selama Pandemi Corona
- Mantan Istri UAS Jualan Rendang, Begini Sambutan Netizen
Widiono menerangkan bahwa di saat situasi seperti ini, orang tua dituntut memiliki kreatif yang tinggi dalam menyusun kegiatan anak dari bangun tidur hingga si anak kembali tertidur.
"Orang tua juga harus memastikan bahwa rumah adalah tempat teraman bagi anak, dan orang tua harus ada interaksi serta bermain dengan anak," jelasnya.
Namun yang terjadi di saat masa pandemi Covid-19 ini, orang tua sendiri juga banyak dalam kondisi stres dan juga tertekan. Jika orang tua sudah dalam kondisi seperti ini maka dikhawatirkan emosi orang tua cenderung tidak stabil dan juga secara tidak langsung akan berdampak kepada anak.
"Orang tua jadi marah-marah kepada anak dan tentu semakin membuat si anak menjadi lebih tertekan, dan yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah mengendalikan diri sendiri terlebih dahulu," terangnya.
Lanjut Widi yang harus dilakukan oleh orang tua selain harus kreatif juga harus memfasilitasi anak-anak, terlebih lagi mainan dan juga kebahagiaan untuk anak tidak harus merogoh kocek yang dalam.
"Biasanya anak-anak main tenda-tendaan atau kemah-kemahan, tembak-tembakan air, bersepeda di lingkungan rumah dan juga mainan tradisional. Selain itu orang tua juga bisa memanfaatkan kardus atau barang tak terpakai lainnya untuk dijadikan mainan," tukasnya.
.png)

Berita Lainnya
Pemprov Riau Bakal Pulangkan Mahasiswa ke Daerah Masing-Masing
IPPMAGAS Gencar Lakukan Sosialiasasi Seputar Dunia Kampus ke SMA di Kecamatan GAS
Academics TV dan CID UIN Suska Riau akan Gelar Webinar Penanganan Aksi Terorisme
DP2KBP3A Inhil Dampingi Forum Anak Kunjungi Disdukcapil
Proses Belajar Tatap Muka di Inhil Belum Dimulai
Inhil Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka
Banjir Dimana-mana, Kadisdik Inhil Intruksikan Sekolah Diliburkan
PPPK Bisa Naik Gaji Berkala dan Gaji Istimewa, Ini Tanggapan PGRI Riau
637.048 Tenaga Pendidik Non ASN di Kemenag akan Dapat Subsidi Upah
Nadiem Larang USBN karena Miniatur Ujian Nasional, Ini Sebabnya
Disdik Pekanbaru Larang Keras Sekolah Jual Seragam, Orang Tua Bebas Beli di Luar
100.000 Guru Honorer Segera Diangkat Jadi PPPK