Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Antrean Membludak, Kadisdukcapil: Tidak Harus Datang ke Kantor Urus Administarsi Kependudukan
PEKANBARU - Antrean di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) tiap hari membludak. Masyarakatnya datang ke kantor itu mengurus beragam administrasi kependudukan.
Kepala Disdukcapil Kota Pekanbaru Irma Novrita mengatakan, pengurusan administrasi tidak mesti datang ke kantor Disdukcapil. Sebab, sudah ada layanan online.
"Layanan ini ada yang pengajuannya bisa online, ada yang harus datang kemari. Kalau online tidak masalah ya, seperti perubahan data, alamat, status perkawinan. Mereka ajukan lewat aplikasi, kita proses jika syaratnya lengkap," kata Irma, Jumat (3/7/2020).
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Ia menyebut, warga yang harus datang hanya untuk mengambil akta kelahiran, perkawinan, kematian, KTP, serta rekaman namun dibatasi serta masalah data yang bermasalah. Sebelum pandemi Disdukcapil bisa terima 1.200-1.500.
"Sekarang mereka harus tertahan. Terkait antrean kami sudah buka kemarin sistem online agar orang tidak perlu datang lagi, dan kita tutup yang manual, tetapi ternyata ada keluhan," jelasnya.
Setelah dipertimbangkan, Disdukcapil prioritaskan orang yang sudah datang ke Disdukcapil, dan diberikan antrean kepada orang yang sudah datang. "Antrean ini juga banyak yang abal-abal karena ada yang ambil antrean ternyata pas dipanggil orangnya nggak ada," jelasnya.
Setelah antrean online ditutup sementara, Disdukcapil membuka antrean manual. Namun, ternyata lebih banyak lagi warga yang datang. Sementara kuota dibatasi. "Namanya manual orang pengen dapat antrean karena dibatasi kuotanya, maka orang akhirnya dagang lebih pagi lagi," kata dia.
"Kita sebenarnya sudah pecahkan tempat pengambilan KTP. KTP kita distribusikan ke UPTD masing-masing, ada juga yang mungkin menitipkan ke lurah, ada yang keliling, tergantung strategi masing-masing UPTD. Masa-masa ini, orang sekolah butuh KTP, BPJS butuh KTP, dan semua serba online berbasis NIK," jelasnya.
Disdukcapil Kota Pekanbaru akan membuka layanan lebih pagi lagi, pada Senin depan. Hal ini untuk mengatasi antrean panjang di Disdukcapil Komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru.
"Karena masyarakat datang lebih pagi, kita akan menyesuaikan. Rencananya Senin depan, petugas kita sudah siap melayani mulai jam 06.00 WIB," kata Irma Novrita.
Ia menjelaskan, layanan yang dibuka lebih pagi itu adalah layanan bagi masyarakat yang hendak mengambil Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja. Petugas nantinya akan melakukan pengecekan dan mengarahkan masyarakat untuk pergi ke tempat di mana KTP itu dikeluarkan.
"Kita kan sekarang memecahkan tempat pengambilan KTP untuk mencegah keramaian dan kerumunan di masa pandemi Covid-19. Jadi pengambilan KTP sebenarnya bisa diambil di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di kecamatan masing-masing," terangnya.
"Sebenarnya layanan pagi itu, bukan untuk mengambil KTP. Tapi masyarakat bisa diarahkan kemana dia bisa ambil KTPnya, tunjukkan resinya kepetugas, nanti dicek dan dicarikan KTPnya ada dimana agar diambil," tambahnya lagi.
.png)

Berita Lainnya
Gubri Intruksikan Konsisten Laksanakan Pergub Mitra Media
Kunker ke Riau, Ini Sambutan Gubri dan Forkopimda Saat Jamu Dudung
Sekdakab Kampar Pimpin Apel di Diskes dengan Protokol Kesehatan
Ketua PKB Inhil Serahkan Bantuan APD Baju Hazmat ke Posko Relawan Covid -19 IWO
Tiga Nama yang Kini Dipanggil Menjadi Saksi Kasus BAZNAS Inhil
Walikota Sebut Industri Digital Potensial dalam Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi
Soal Penutupan Mal di Pekanbaru Saat Idul Fitri, MP Masih Tunggu Surat Resmi dari Pemko
Malam Puncak Finalis Bujang Dara 2025, Gubri Wahid: Anak Muda Jangan Ragu Jadi Melayu
Pemuda Desa di Inhil Dukung Gus Muhaimin Maju Capres 2024.
Siap-Siap, Per 1 Juli Tarif Listrik Bakal Naik
Hanyut di Sungai Indragiri, Bocah 9 Tahun Belum Ditemukan
Kantor dan Tempat Usaha di Inhil Wajib Miliki Apar