Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Obat untuk Pasien COVID-19 Remdesivir Dijual di Toko Online
JAKARTA - Remdesivir kini telah diizinkan dipakai untuk pasien COVID-19 kategori berat. Namun ada beberapa catatan.
Obat ini tidak boleh dijual bebas. Diberikan hanya di rumah sakit, untuk mereka yang bisa jatuh ke kondisi kritis.
Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito pun menegaskan bahwa remdesivir ini obat keras. Tidak bisa diperjualbelikan secara bebas.
"Obat-obatan di Indonesia semuanya diatur dalam harga eceran tertinggi dan untuk Remdesivir ini diperuntukkan bagi pasien di fasilitas pelayanan kesehatan dan tidak dijual bebas," kata Wiku dalam konferensi persnya, Kamis (8/10).
Namun ternyata dalam penelusuran kumparan, remdesivir gilead 1 mg ditemukan dijual di toko online. Tepatnya ada di Bukalapak.
Obat ini dijual Rp 2.996.000. Produsennya tertulis ada di Semarang.
Terdapat keterangan stok remdesivir di toko online ini sudah kosong. Tercatat sudah terjual 3 buah.
"Remdesivir saat ini sedang dalam pengembangan untuk pengobatan infeksi virus ebola," demikian keterangan di situs tersebut.
Disebutkan juga remdesivir adalah sebuah analog adenosin, yang tergabung bersama rantai RNA Nascent dan untuk hasil permaturnya hanya untuk penelitian bukan penyembuhan penyakit.
Penggunaan Remdesivir sebagai obat untuk perawatan pasien corona sebenarnya sudah jamak dilakukan di negara lain. Amerika Serikat bahkan telah menerbitkan izinnya melalui Administrasi Makanan dan Obat AS (Food and Drug Administrasion/FDA) sejak Mei 2020 lalu.
Meski begitu, izin penggunaan Remdesivir diterbitkan untuk kondisi darurat (Emergency Use Authorization/EUA). BPOM dan FDA sama-sama menggunakan kondisi atau jalur perizinan berbasis EUA.
Jalur EUA digunakan mengingat kondisi pandemi virus SARS-CoV-2 yang semakin memburuk. Sementara di sisi lain, pengujian klinis untuk obat COVID-19 masih membutuhkan waktu lama.
Remdesivir juga telah dijual di Indonesia. PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bersama PT Amarox Global Pharma (Amarox) menyesuaikan harga obat yang disebut COVIFOR hingga Rp 1,5 juta.
Harga produk COVIFOR yang diproduksi oleh Hetero India, diimpor oleh Amarox, lalu dipasarkan dan didistribusikan oleh Kalbe ini sebelumnya diumumkan Rp 3,000,000 per vial, disesuaikan menjadi Rp 1,500,000 per vial.
Obat untuk Pasien COVID-19 Remdesivir Dijual Rp 2,9 Juta di Toko Online (3)
Remdesivir juga bukan merupakan obat baru. Obat ini sebenarnya dikembangkan untuk menyembuhkan pasien Hepatitis C dan RSV. Kedua penyakit tersebut sama-sama disebabkan oleh virus yang menginfeksi saluran pernapasan manusia.
Obat ini juga tengah diteliti untuk mengatasi penyakit Ebola, SARS, hingga MERS. Penyakit-penyakit ini juga disebabkan oleh virus corona yang masih satu keluarga dengan virus corona penyebab COVID-19.
Terakhir, presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi salah satu figur yang menggunakan Remdesivir. Trump sebelumnya dipastikan terinfeksi virus SARS-CoV-2 dan saat ini tengah menjalani pengobatan di rumah sakit dan Gedung Putih.**
.png)

Berita Lainnya
Update Covid-19 di Riau: 1.823 ODP, 55 Pasien Dalam Pengawasan
Omicron Bertahan Lebih Lama di Permukaan Plastik & Kulit Manusia daripada Varian Lain
Awal 2022, Pemerintah Datangkan 15 Mesin Pendeteksi Covid-19 Varian Omicorn
Resmi Dilantik, Pengurus IDI Diminta Kompak dan Solid Hadapi Tantangan Kesehatan
Menkes Sebut Pasien Pertama Omicron Sudah Negatif
Tingkatkan Pemahaman Tatalaksana SPM HIV,, Dinkes Inhil Gelar Pertemuan Dokter Fasyankes se-Inhil
TNI-Polri Batang Tuaka Patroli Bubarkan Kumpulan Warga
Kadinkes Inhil Hadiri Peresmian Gedung Baru UPT Puskesmas Pelangiran
Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Riau Terus Meningkat
Ketahui Bahaya Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat
Cerita Pilu Pernikahan, Puluhan Tamu Pesta Terjangkiti Virus Corona
Ini Penyebab Tingginya Kasus Kanker Serviks di Indonesia