Pilihan
Jamin Distribusi BBM Daerah Pelosok, Abdul Wahid Dorong Program Pertashop Pertamina
ROHUL - Sebagai daerah penghasil minyak, provinsi Riau kerap mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kelangkaan ini acap dimanfaatkan oknum untuk mengedarkan BBM oplosan dengan tujuan untuk mengeruk keuntungan sehingga merugikan masyarakat.
Salah satu penyebab kelangkaan BBM di Riau ini karena masih terbatasnya distribusi akibat terbatasnya jumlah SPBU yang ada di Riau. Keterbatasan SPBU ini juga menyebabkan suburnya aksi "melangsir" BBM dari SPBU untuk disalurkan ke Pertamini dengan selisih harga yang jauh dari harga di SPBU.
Keberadaan Pertamini ini sebenarnya membantu bagi masyarakat yang berada di daerah yang jauh dari SPBU. Namun, harga BBM yang ditawarkan lebih tinggi dari BBM yang di jual di SPBU.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Memecahkan permasalahan ini, Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PKB, Abdul Wahid, menggandeng Pertamina dan BPH Migas dalam resesnya untuk mensosialisasikan tugas fungsi serta capaian kinerja kepada masyarakat Rokan Hulu.
Salah satu isu yang disosialisakan terkait program Pertashop dari Pertamina. Program Pertashop merupakan SPBU mini yang ada di daerah daerah yang tidak memiliki SPBU. Bedanya dengan SPBU, Pertashop tidak menjual BBM subsidi.
Menurut Wahid, Pertashop adalah salah satu solusi bagi masyarakat Riau agar tidak lagi mengalami kelangkaan BBM akibat tersendatnya distribusi.
"Program Pertashop bisa menjamin stock BBM kita, kemudian menjamin stabilitas harga, jadi antara agen dan penyalur tidak ada bedanya sebab jika harga minyak naik akan sangat berpengaruh kepada perekonomian yang lain, sebab dia adalah salah satu alat produksi, jadi untuk menstabilkan harga minyak ini Pertashop adalah jawabannya," ungkap Wahid.
"Ia mengharap, Bumdes dapat ambil bagian dalam program Pertashop ini. Sebab modalnya tidak besar, sekitar Rp 200 juta serta menyediakan tanah untuk mendirikan Pertashop," tuturnya.
Ditempat yang sama, Sales Area Pertamina Riau Hendri Eko menjelaskan, Pertashop merupakan salah satu program dari Pertamina secara nasional yang berguna untuk mengurangi disparitas harga.
"Saat inikan BBM subsidi sangat terbatas, nah dengan keterbatasan subsidi itu makanya ada terobosan yaitu Pertashop, sebab di daerah yang jauh lebih terpencil itu Pertamax itu sama dengan harga BBM Premium. Makanya untuk mengurangi disparitas Harga di tingkat pengecer, Pertashop menjual BBM Pertamax namun harga sesuai dengan yang ada di SPBU dalam artian sesuai harga sesuai kualitas," jelasnya.
Dan untuk mendirikan Pertashop hanya perlu menyediakan tanah lebih kurang 10 X 10 Meter per segi, akses jalannya sampai lokasi bisa dilewati mobil tangki, dan jarak dengan SPBU lebih kurang 10 KM dan dialiri aliran listrik.
"Untuk Riau Pertashop baru ada di Siak, masih dalam tahap suplay poin. Sedangkan di Rohul sendiri merupakan yang paling banyak mengajukan untuk pendirian Pertashop namun masih dalam tahap survey," ungkap Eko.
Sementara itu Komite BPH Migas, M Lobo Balia mengatakan sebenarnya tidak pernah terjadi kelangkaan BBM yang ada hanya Ketidaklancaran distribusi
"Bisa jadi itu karena adanya oknum yang bermain hingga mengurangi kuota minyak yang akan di kirim, nah disini perlu pengawasan dari pihak, baik kepolisian maupun pihak perekonomian untuk memastikan pendistribusian minyak ini lancar," ungkapnya.
.png)

Berita Lainnya
Akhirnya, Mayat Korban Keganasan Buaya di Sungai Luar Ditemukan
4 Personil Polres Inhil Terima Penghargaan
HMI Cabang Pekanbaru Desak Kapolda dan Gubernur Riau Siap Siaga Sejak Dini, Jangan Tutup Mata terhadap Karhutla
Diterkam Buaya, Nelayan di Inhil Mendapat 50 Jahitan
Dugaan Penyelewengan Dana Desa di Kemuning Tua, Kadis DPMD : Total Dugaan Sementara Rp600 Juta
Cegah Penyakit Menular, Hewan Kurban Masuk Pekanbaru Wajib Miliki Surat Kesehatan
Disdukpencapil Inhil Buka Pelayanan Online Lewat Aplikasi Via WhatsApp, Begini Caranya
Kunjungan ke BP Batam dan KEK Nongsa, HIPMI Dukung Pemda Inhil Bentuk Kawasan Ekonomi Khusus
Jelang Peresmian, Bupati Tinjau Persiapan Gedung Perpustakaan dan Musium Kelapa Inhil
Terima Call Center 110 Polri,Pengedar Sabu di Teluk Meranti Diciduk Polisi
25 Tenaga Medis Positif Corona, Presiden Diminta Lindungi Pekerja Kesehatan
Pelantikan HPMR, Bupati Bengkalis Ajak Bersama Membangun Negeri