Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
UAS Masuk Tim Kampanye Pasangan Hafit-Erizal di Pilkada Rokan Hulu 2020
PEKANBARU - Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk tim kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Hafit Syukri-Erizal di Pilkada Rokan Hulu 2020. Nama UAS tertera dalam surat keputusan (SK) tim kampanye pasangan Hafit-Erizal.
"Ya (UAS masuk tim kampanye Hafit-Erizal), tapi bukan ketua tim kampanye, hanya tim. Kami terima SK sebagai tim kampanye (Hafit-Erizal)," ucap Ketua KPU Rokan Hulu, Elfendri dilansir dari detikcom, Jumat (27/11/2020).
Merujuk pada SK yang beredar, itu artinya UAS sudah berhak menjadi juru kampanye (jurkam). Ustaz kondang itu tercatat pada SK Tim Kampanye Koalisi Rakyat Bersatu nomor: 01/SK/H-E/IX/2020.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Dalam SK tersebut, UAS tercatat sebagai tim kampanye pusat. Ada tokoh lain yang terdaftar menjadi tim kampanye pusat di bawah nama UAS, antara lain A Muhamin Iskandar, Hasanudin Wahid, Ida Fauziyah hingga Jon Erizal.
"SK-nya sudah ada, berarti sudah berhak jadi jurkam," kata Elfendri.
Selain Rokan Hulu, UAS juga dikabarkan menjadi jurkam paslon pilkada lain di Riau. Salah satunya dilihat dari video beredar yang diterima detikcom saat UAS memberi penjelasan alasan mendukung paslon pada Pilkada Pelalawan.
"Saya Abdul Somad, mendukung Haji Sukemi-Rais. Bapak Haji Sukemi dan Bang Rais, begitu sebetulnya bunyinya, nomor 4. Saya mendukung karena ada 2 hal," tegas UAS dalam video yang beredar.
Adapun pertimbangan UAS mendukung paslon tersebut, pertama karena paslon mengusung konsep peningkatan SDM di Pelalawan. Selanjutnya konsep agamis yang dinilai tak bisa dipisahkan di Tanah Melayu.
"Tidak hanya sekedar SDM, tetapi agamis. Kita tahu Melayu tak bisa dipisahkan oleh Islam. Kabupaten Pelalawan diambil dari nama kerajaan Melayu Islam," katanya.
"Saya memilih mereka karena saya punya hubungan dekat secara personal. Saya kenal pribadi mereka dengan baik. Mudah-mudahan apa yang saya lakukan ini untuk mencari kebaikan masyarakat Pelalawan dan keridoan Allah SWT," tutup UAS.**
.png)

Berita Lainnya
Tokoh Masyarakat Inhil Berbondong-bondong Datangi Rumah Feryyandi
Soal Dana Kunker ke Luar Negeri, Ketua DPRD Riau Sebut Bisa Digeser untuk Kegiatan Lain
Harap Pilkada Sesuai Jadwal, Golkar: Kalau Serentak 2024 Anggaran Bengkak
Korban Miras Lebih Banyak dari Covid-19, PPP Bertanya Butuh Berapa Banyak Lagi
Airlangga Akan Beri Pernyataan Politik di Rapimnas Golkar
Seluruh Permohonan Gugatan Pilkada di Riau Diterima MK
Sebelum Membelot ke Moeldoko, Dua Ketua DPC Demokrat di Riau Sempat Cap Darah untuk AHY
Bupati Alfedri Jadi Ketua DPW PAN Riau?
Pengurus Demokrat Klaim Kerap Diretas Sejak Isu Kudeta
Razman Mundur, Sebut Nazaruddin Beban Demokrat KLB Moeldoko
Tutup Rapimnas Airlangga Tegaskan Partai Golkar Tolak Revisi UU Pemilu
Polemik Kritik Jokowi Berujung Desakan Revisi UU ITE