Pilihan
Penerima BLT Ketenagakerjaan Dikurangi 1,3 Juta Orang, Apakah Anda Termasuk?
INDOVIZKA.COM – Ada kabar buruk buat para pekerja swasta. Pasalnya, Kemnaker mengurangi kuota penerima subsidi gaji BLT BPJS Ketenagakerjaan. Apakah anda termasuk? Cek penjelasan di artikel ini untuk melihat penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan.
Seperti diketahui, Kemnaker telah menyalurkan subsidi gaji BLT BPJS Ketenagakerjaan selama dua termin, yang mana masing-masing termin terdiri dari lima tahap (batch).
Pada termin kedua, dana subsidi gaji BLT BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp1,2 juta diberikan untuk periode November-Desember 2020.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Menaker Ida Fauziyah menjelaskan, pihaknya telah menyalurkan subsidi gaji BLT BPJS Ketenagakerjaan atau BSU dari tahap I hingga tahap V kepada 11.052 juta penerima, dengan rincian sebagai berikut.
Tahap I disalurkan kepada 2.180.382 pekerja
Tahap II disalurkan kepada 2.713.434 pekerja
Tahap III disalurkan kepada 3.149.031 pekerja
Tahap IV disalurkan kepada 2.442.289 pekerja
Tahap V disalurkan kepada 567.723 juta pekerja
"Hingga batch 5 termin II ini, Kemnaker telah menyalurkan BSU kepada 11.052.859 orang," sebut Menaker Ida Fauziyah.
Sementara total sasaran target penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan termin kedua ialah 12.400.000 pekerja.
Dengan demikian, masih ada 1.347.141 pekerja lagi yang belum memperoleh BSU termin kedua. Mengenai hal itu, ternyata dari ada pengurangan jumlah kuota penerima subsidi gaji BLT BPJS Ketenagakerjaan termin kedua. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemnaker, Soes Hindharno mengungkapkan alasan dibalik itu.
Berkurangnya jumlah kuota penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan atau bantuan subsidi upah (BSU) ini lantaran karena telah melalui proses pemadanan data dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan dengan BPJS Ketenagakerjaan.
"Setelah evaluasi termin pertama hingga enam batch itu berbeda karena harus sesuai dengan wajib pajak," kata Kabiro Soes Hindharno.
Lebih lanjut, dia juga merinci ada 148 ribu penerima BLT subsidi gaji yang berpenghasilan lebih dari Rp5 juta. Sehingga perlu dilakukan klarifikasi data oleh BPJS Ketenagakerjaan, untuk mengetahui apakah ada indikasi kesalahan data atau nama pekerja.
Menaker Ida Fauziyah juga mengimbau, bagi para pekerja yang belum mendapatkan subsidi gaji BLT BPJS Ketenagakerjaan padahal sudah memenuhi persyaratan, bisa langsung segera melapor ke manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan agar masalahnya dapat cepat diperbaiki.
Selain itu, bisa langsung melapor ke posko pengaduan melalui Sisnaker (Sistem Informasi Ketenagakerjaan) yang dapat diakses masyarakat. Posko pengaduan diakses melalui laman kemnaker.go.id, dengan memilih menu "Pusat Bantuan".
Pengaduan juga bisa dilakukan melalui WhatsApp ke nomor 08119303305, atau telepon ke nomor (021) 508 16000.***
.png)

Berita Lainnya
Airlangga: Vaksinasi Covid-19 Bentuk Ikhtiar Pemerintah Menyelamatkan Masyarakat
Hari Ini, Bandara SSK II Pekanbaru Tutup Penerbangan Penumpang Hingga 1 Juni
Terima Kasih! APBN Selamatkan 5 Juta Orang dari Kemiskinan
Airlangga: Inklusi Keuangan Tetap Positif di Masa Pandemi Covid-19
BLT Diperpanjang hingga September, Ini Rinciannya
ANAK NKRI Gelar Aksi 1812 Tuntut Pembebasan Habib Rizieq Hari Ini
Pemerintah Minta Semua Kades dan Lurah Lakukan Isolasi Mandiri Bagi Pemudik
Investasi BPJS Ketenagakerjaan Anjlok Dalam 10 Tahun Terakhir
Menag: Visi Kebangsaan dan Moderasi Beragama Prioritas Kami
Tarik Devisa, Menteri BUMN Akan Terbitkan Surat Utang
Kasus Omicron Pertama di RI Diduga Tertular dari WNI Bepergian ke Nigeria
Tetap Aktif Dakwah, Habib Rizieq Ubah Suasana Rutan Bareskrim seperti Pesantren