Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Jokowi Tunjuk Andika Perkasa Jadi Calon Panglima TNI Sebelum ke KTT G20
JAKARTA (INDOVIZKA) - Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan Presiden Joko Widodo telah memutuskan memilih Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI sebelum berangkat kunjungan ke beberapa negara pada pekan lalu.
"Sebelum, menjelang beliau pergi (ke Italia)," kata Pratikno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 November 2021.
Pada Jumat, 29 Oktober 2021 Jokowi bertolak dari Indonesia menuju Italia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Roma. Dari Roma, Jokowi menghadiri KTT COP 26 di Glasgow, Skotlandia.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Pada hari itu juga Andika Perkasa ikut melepas keberangkatan Presiden Jokowi. Kepala Staf Angkatan Darat itu menjadi satu-satunya pejabat TNI yang melepas kepergian Jokowi. Ketika itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tengah berada di Singapura.
Sebelumnya, sinyal terpilihnya Andika jadi calon Panglima TNI juga dinilai dari pertemuannya dengan Pratikno di Markas TNI AD. Namun Pratikno mengklaim pertemuan tersebut tak membicarakan pergantian Panglima TNI.
"Saya bertemu Pak Andika awal September, saya mampir di gym beliau, itu kami tidak membicarakan itu. Kami membicarakan hal lain," kata Pratikno.
Rabu ini, Pratikno mengantarkan Surat Presiden tentang pergantian Panglima TNI kepada DPR. Ia diterima oleh Ketua DPR Puan Maharani bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Lodewijk Freidrich Paulus, dan Rachmat Gobel.
Pratikno tak menjelaskan secara rinci alasan Presiden Jokowi memilih Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI. Ia hanya berujar syarat menjadi panglima ialah harus menjabat sebagai kepala staf dari tiga matra yang ada.
Menurut dia, Panglima TNI saat ini sudah berasal dari matra udara. Dengan demikian, pilihan yang ada ialah menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat atau Kepala Staf Angkatan Laut.
"Kan TNI AU sudah panglima, jadi pilihannya AD dan AL. Pak Presiden sudah memilih angkatan darat," kata Pratikno.
Ditanya ihwal rotasi pergantian Panglima TNI yang dianggap menjadi jatah angkatan laut, Pratikno menjawab singkat. "Ya kan bisa nanti pada periode berikutnya," ujarnya.
.png)

Berita Lainnya
Abdul Wahid Apresiasi Rencana SKK Migas Produksi 1 Juta Barel Per Hari
Tak Ada Cuti Bersama, Ini Jadwal Lengkap Libur Lebaran!
Anies Baswedan Kritik Proyek Pemindahan IKN ke Kalimantan Timur
Kementerian PUPR Butuh Tambahan Rp1,16 T Dukung Presidensi G20 Hingga MotoGP
Mentri Tenaga Kerja : THR Dibayar Paling Lambat H-7 Lebaran
Kartu BPJS Kesehatan juga Jadi Syarat untuk Pembuatan SIM dan SKCK, Hingga Urus STNK
Aturan Lengkap Perjalanan saat Nataru 2021, Wajib Vaksin
Hore! PNS Dapat Kenaikan Tunjangan, Besarnya Sampai Rp 1,7 Juta
Tangkal Corona, Kominfo Mulai Lacak Kerumunan Massa Lewat HP
Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Cegah Kerumunan Jelang Lebaran: Jangan Sampai Lengah
Begini Rasanya Terinfeksi Virus Corona: Pengakuan Pasien COVID-19 yang Sembuh
Menpan-RB: ASN Tidak Termasuk Kriteria Penerima Bantuan Sosial