Pilihan
Anggota DPRD Pelalawan Terlibat Skandal Video Panas, SH: Saya Korban Jebakan
PELALAWAN (INDOVIZKA) - Video panas oknum anggota DPRD Pelalawan periode 2019-2024 berinisial SH dengan seorang perempuan beredar luas di media sosial (Medsos). Video berdurasi 42 detik tersebut membuat geger banyak pihak, khususnya di Kabupaten Pelalawan.
Menurut berbagai sumber dari kalangan DPRD Pelalawan yang berhasil dirangkum awak media, SH dijebak dan menjadi korban pemerasan.
"Memang benar, sosok lelaki dalam video itu adalah kawan kita. Hanya saja, ia dijebak lantas diperas. Lantaran sudah tak kuat, terus menerus diperas, iapun membuat laporan polisi," terang sumber ini yang minta namanya tak disebutkan.
Sumber ini menuturkan, ia sudah mendalami latar belakang kejadian menimpa kepada yang bersangkutan dalam hal ini korban SH. Peristiwanya, terjadi sudah lama yakni sekitar dua bulan lalu, dimana SH balik kampung ke Sumatera Utara (Sumut) di salah satu kabupaten untuk sebuah urusan.
Hanya saja, SH kala itu tertahan disana selama dua hari lantaran tidak mendapatkan tiket pesawat pulang ke Kabupaten Pelalawan. "Nah, di tengah kesendirian di sebuah hotel, iseng-iseng main di Medsos untuk mengisi kejenuhan, chattingan dengan seorang perempuan," paparnya.
Chattingan inilah, kata dia, awal dari bencana bagi SH. Ia terjebak di tengah kesendirian oleh pelaku. "Namanya manusia pasti tak luput dari khilaf dan salah. SH tak sadar chattingan berujung ke VCS, dan pelaku merekam, ternyata bertujuan untuk melancarkan aksi jahatnya," cakap sumber ini.
Apa yang ditakutkan akhirnya menjadi kenyataan. Dimana setelah kejadian itu SH balik ke Pelalawan dan pelaku mulai melancarkan aksinya. Pelaku meminta sejumlah uang ke SH. "Setelah kejadian ini pelaku memeras dan SH tak sudah tak tahan. Apalagi, video itu disebarkan pelaku ke Medsos dan ia pun membuat laporan ke polisi," tandasnya.
Kepada INDOVIZKA.com SH mengakui bahwa dirinya menjadi korban jebakan hingga pemerasan. "Maaf, karena saya jadi korban jebakan, pemerasan, ancaman akhirnya saya sudah melapor ke Polda Riau," terang SH.
Atas kejadian ini, akhirnya ia mematikan nomor HP dan WA. Upaya ini dilakukan, kata dia, lantaran adanya pemberitaan di media yang tidak proporsional banyak terprovokasi.
"Disini perlu diluruskan, harusnya saya sebagai korban jebakan dan pemerasan tapi malah sebaliknya terkesan menambah tekanan," tandasnya singkat.
Sebagai data tambahan SH saat ini menjabat di Komisi I DPRD Pelalawan dan memegang peran jabatan penting yakni salah satu ketua Fraksi di DPRD Pelalawan. Sosok SH adalah anggota dewan cerdas dan dikenal kritis.
.png)

Berita Lainnya
Isu Pemotongan TPP Membuat Pegawai Pemprov Resah, Begini Kata Gubernur Riau
Rahmat Jaya Luncurkan Speedboat Terbaru Dustin 88 Tujuan Batam
Polres Inhil Gelar Bhakti Sosial di Lapangan Gajah Mada Tembilahan
Zukri Tegaskan Tidak Ada Setor Menyetor Duit untuk Dapat Jabatan di Pemda Pelalawan
Pemkab Inhil Dukung Netralitas ASN Pada Kontestasi Politik di 2024
Pagi Ini, Pj Bupati Kampar Lantik Ramlah Pj Sekda
Harap Dukungan Menparekraf RI, Kampar Yakin Maju di Sektor Pariwisata dan UMKM
Larang Guru Pukul Siswa, Kadisdik Pekanbaru: Panggil Orangtua Saja
Bupati Inhil Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Pendaftaran Nikah ditutup Sementara
Kabupaten Inhil Terima Piagam Bebas Frambusia dari Kementrian Kesehatan RI
Satresnarkoba Polres Pelalawan Ringkus Pengedar Sabu, Kasat: Peredaran Narkoba Akan Terus Diburu