Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
DPR Minta Kementan Jamin Ketersediaan Pupuk
JAKARTA (INDOVIZKA) - Kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) yang memutuskan kenaikan harga pupuk subsidi, melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020, dipandang masih wajar oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi. Akan tetapi pemerintah melalui Kementan dan PT Pupuk Indonesia diminta untuk memberikan jaminan ketersediaan pupuk subsidi di pasaran.
Hal itu disampaikannya, agar masalah kenaikan harga pupuk subsidi tidak menimbulkan akibat yang akhirnya memaksa petani harus membeli pupuk non subsidi.
"Pemerintah dan Pupuk Indonesia harus bisa menjamin ketersediaan pupuk, baik di tingkat distributor maupun pengecer. Jangan sampai sudah naik, masih langka juga," kata Dedi, Kamis (7/1/2021).
Seperti diketahui, Kementerian Pertanian menerbitkan kebijakan baru melalui Permentan Nomor 49 Tahun 2020 yang mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi. Dalam peraturan tersebut, harga Pupuk Urea yang semula Rp 1800 per kilogram (kg) naik Rp 450 menjadi Rp 2.250 per kg.
Lalu pupuk SP-36 dari HET Rp 2.000 per kg mengalami kenaikan sebesar Rp 400 sehingga menjadi Rp 2.400 per kg.
Sementara itu, pupuk ZA mengalami kenaikan Rp 300 menjadi Rp 1.700 per kg dan pupuk organik granul naik sebesar Rp 300, dari yang semula Rp 500 per kg menjadi Rp 800 per kg. Hanya pupuk jenis NPK yang tidak mengalami kenaikan HET dan tetap Rp 2.300 per kg.
Dedi menyampaikan, petani sudah menghadapi beban kelangkaan pupuk bersubsidi pada tahun lalu. Akibatnya, petani terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga yang jauh lebih mahal.
"Melihat bahasa petani, mereka menilai daripada pupuk subsidi tidak ada di pasaran, kemudian harus membeli non subsidi dengan jumlah yang mahal, ya lebih baik naik saja, tidak apa-apa naik Rp 100 - Rp 200," ujarnya.
Meski HET pupuk subsidi mengalami kenaikan, di sisi lain Kementerian Pertanian meningkatkan alokasi pupuk subsidi pada Tahun 2021 sebesar 10,5 juta ton, dari Tahun 2020 sebanyak 8,9 juta ton. Peningkatan jumlah alokasi pupuk subsidi ini diharapkan menjawab kebutuhan petani dalam menunjang produktivitas dan menjaga ketahanan pangan nasional.**
.png)

Berita Lainnya
Narasi Anti-FPI, Pendukung Jokowi Diminta Tak Catut Gus Mus
Australia Tawarkan Pelatihan Pertanian untuk Anak Muda Indonesia
Siap-siap Harga Tahu Tempe Bakal Naik Mulai Senin
Virtual Police Resmi Beroperasi, Medsos Kini Dipantau Polisi
Sukiman - Indra Gunawan Ungguli Hafith Syukri - Erizal 0,92 Persen
Habib Rizieq Salat Bareng Penyidik di Sela Pemeriksaan sebagai Tersangka
Masyarakat Temukan Toilet SPBU Pertamina Berbayar Bisa Laporkan Ke 135
Warga Tidak Mudik, Pemerintah Disarankan Sediakan Internet Gratis untuk Silahturahim
Bupati Pati dan Polemik Kenaikan PBB dan Respons Masyarakat
Mahfud MD Serukan Komponen Bangsa Jaga Pemahaman Agama Khas Indonesia
Varian Baru Corona B117 Mengancam, Sri Mulyani Minta Masyarakat Hati-hati
Fakta-Fakta Harta Karun di Lumpur Lapindo, Benarkah Bernilai Tinggi?