Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Legislator Warning Gubri, Masyarakat Inhil Selatan Ingin Pindah ke Jambi karena Tak Diperhatikan
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Anggota DPRD Riau, Daerah Pemilihan Indragiri Hilir (Inhil), Muhammad Arpah mewarning Gubernur Riau, Syamsuar terkait ancaman masyarakat Inhil Selatan yang ingin pindah ke Provinsi Jambi karena tak diperhatikan Gubernur Riau.
Hal tersebut diutarakan M Arpah langsung di hadapan Gubernur Riau, dalam penyampaian hasil reses saat paripurna DPRD Riau, Kamis (25/2/2021) kemarin.
"Pak Gubernur pernah mendengar kabar atau tulisan adanya masyarakat Inhil di bagian selatan yang berbatasan provinsi Jambi, yang masyarakat setempat minta pindah ke provinsi Jambi, memang benar adanya," kata Arpah.
Dijelaskan politisi PPP ini, saat reses dirinya mendengar sendiri pernyataan tersebut dari masyarakat. Mereka ingin pindah karena alasan tidak diperhatikan Pemprov Riau, mulai dari infrastruktur dan kewajiban provinsi lainnya.
Untuk itu, agar tak berlarut, kata Muhammad Arpah, dirinya berharap Gubernur Riau menindaklanjuti aspirasi itu sesuai dengan ketentuan berlaku.
"Ini harus jadi perhatian serius dari Pemprov Riau ke depannya," cakapnya lagi.
Keinginan masyarakat Inhil Selatan untuk pindah ke Provinsi Jambi sudah lama terdengar. Bahkan di masa - masa awal kepemimpinan Syamsuar - Edy Natar hal tersebut sudah terkuak.
Mantan anggota DPRD Riau dapil Inhil periode 2014-2019, Musyafak Asyikin pada tahun 2019 lalu mengatakan, bahwa ancaman masyarakat tersebut memang nyata adanya.
"Kita minta keseriusan pemerintah provinsi lah untuk memperhatikan daerah Inhil Selatan, karena memang dirasa betul Inhil Selatan tersebut jauh sekali tertinggal. Mulai infrastruktur dan segalanya, jadi tidak heran lah jika masyarakat Inhil Selatan yang secara emosial dekat ke Provinsi Jambi tak tertutup kemungkinan mereka punya keinginan seperti itu," papar Musyafak waktu itu.
Politisi PAN ini menambahkan, dirinya bersama 7 orang anggota DPRD lainnya dari telah memperjuangkan hak masyarakat Inhil selama ini, akan tetapi semua masih mentah.
"Contohnya, jangankan di desa-desa, untuk jalan provinsi saja di Inhil Selatan itu jauh sekali tak terbenahi. Kita sudah 4 tahun ini, sudah hampir habis masa jabatan tak juga bisa, padahal ruas jalan tersebut hanya 48 kilo (meter), tiap tahun kita ngotot minta tiap tahun juga masyarakat kecewa. Belum lagi masalah pertanian dan perkebunan," cakapnya lagi.
Lebih lanjut, ia berharap agar pemerintah provinsi agar bisa mendengar aspirasi tersebut dan membantu masyarakat Inhil Selatan.
.png)

Berita Lainnya
Kadis PUPR Inhil Akan Telusuri Terkait Klik Kontraktor di Meja Bupati
Maling Kian Nekat di Pangkalan Kerinci, Knalpot Ambulans pun Digondol! Warga Minta Polisi Tak Tinggal Diam
Gubri Sudah Ajukan Calon Pjs Bupati 4 Kabupaten, Pelantikan 26 September
Kondisi Stabil, Tim Dokter Masih Observasi Atlet Angkat Berat Riau yang Pingsan usai Divaksin
Jondul Belum Tutup, Azwendi Tunggu Aksi Kasatpol PP Sebelum Puasa, Kalau Tidak...
Satresnarkoba Polres Pelalawan Bekuk Dua Pelaku Peredaran Sabu di Lalang Kabung
Realisasi Penyaluran BLT Covid-19 di Riau Hanya 58 Persen Hingga Akhir 2020
Jadi Pemateri di Kegiatan Kemudi Himip FISIP UNRI 2025 di Desa Siabu, Mustakim Akbar Sampaikan Pengawasan Partisipatif dan Penegakan Hukum Pemilu
Warga Keluhkan Tagihan Listrik Naik, H. Abdul Wahid Langsung Hubungi GM UIW PLN Riau Kepri
Pasar Cik Puan Diserahkan ke Pemko, Dewan Minta segera Dibangun
Riau Siaga Karhutla, Dewan Minta Warga Pekanbaru Jaga Lahan
Kunjungan Kerja ke Kejari Kampar dan Resmikan Mess Putra, Ini Penekanan Kajati Riau Buat Kajari dan Seluruh Jajaran