Tinggalkan Sawit, Petani Sayur di Siak Beromzet Puluhan Juta Sebulan

Herman Siswanto sedang memanen sayur kangkung di lahannya (ist)

SIAK (INDOVIZKA) - Seorang petani bernama Herman Siswanto (49) asal Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau menuai sukses hanya dengan menanam sayur mayur hingga beromzet puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Herman adalah salah seorang anggota kelompok tani dari program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) Asia Pulp & Paper Sinar Mas Forestry (APP-SMF) Region Riau, di Desa Perawang Barat Kecamatan Tualang.

Herman saat ini memiliki lahan seluas sekitar 4,5 Ha. Ia menanam berbagai tanaman pertanian dan perkebunan. Ia juga menyisihkan seperempat hektare dari lahan yang dimilikinya untuk pertanian sayur dengan dua jenis tanaman, yaitu Sayur Bayam dan Sayur Kangkung.

"Awalnya saya adalah petani kebun sawit dan punya lahan seluas 2 ha, namun perlahan-lahan sebagian areal sawit saya tersebut saya ubah dan saya tanami dengan tanaman pertanian hortikultura, seperti Bayam dan Kangkung seluas seperempat ha, sisanya sawit dan buah melon," katanya kepada INDOVIZKA.com, Rabu (3/3/2021).

Dari lahan yang terbilang minimalis tersebut, ia dapat menghasilkan 600 ikat sayur bayam dan kangkung setiap harinya. Tak disangka, penghasilannya bisa mencapai Rp40 juta sampai Rp43 juta setiap bulannya. Padahal modal awalnya hanya Rp20 juta.

"Jadi bersih setiap bulan saya dapat keuntungan Rp20 juta sampai Rp23 juta. Kini berkat perkembangan usaha saya, saya dapat membeli lahan di sekitar areal saya, sehingga saat ini lahan saya sudah mencapai 4,5 Ha," urainya.

Di atas lahan 4,5 Ha itu Herman bercocok tanam berbagai komoditas hortikultura lainnya.

Sistem penanaman sayur menggunakan cara yang berbeda dari kebiasaan orang bertanam sayur. Ia menanam bayam dan panen hari ke-20, lalu ditanamnya lagi kangkung di bekas tanam bayam sebelumnya.

"Begitu juga setelah panen kangkung saya tanam bayam, agar hasilnya maksimal, dan pembagian lokasi tanam pun saya buat perpetak dengan masa rotasi 20 hari," paparnya.

Ia menjelaskan, setelah panen langsung tanam, dan besoknya panen pada petak lainnya, begitu seterusnya.

Buka Lahan Tanpa Membakar

Atas keberhasilannya tersebut, Herman didapuk menjadi pembicara pada kegiatan e-learning mitra usaha produktif Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa (2/3/2021) kemarin.

Kegiatan itu diselenggarakan bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dengan tema "Bimbingan Teknis dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Dalam Kawasan Hutan".

"Alhamdulillah, kita diundang sebagai pembicara pada kegiatan e-learning dengan materi pelatihan Pengembangan Hortikultura di kawasan hutan secara virtual. Saya menguraikan pengalaman sebagai petani binaan perusahaan PT Arara Abadi APP Sinar Mas," katanya.

Herman menjelaskan keterlibatannya dalam kegiatan di tingkat kementrian. Menurut dia, karena dia salah seorang petani binaan PT Arara Abadi yang sukses mengembangkan metode membuka lahan tanpa membakar.

Herman menambahkan pengembangan hortikultura harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Hal itu bertujuan untuk menjaga lingkungan hutan termasuk penerapan Pembukaan Lahan Tanpa bakar (PLTB).

"Pembukaan lahan tanpa bakar itu merupakan suatu keharusan agar kita dapat menekan angka Karhutla tidak hanya di Tualang, namun di Kabupaten Siak dan Riau secara luas," kata dia.

Pelatihan Pengembangan Hortikultura di Kawasan hutan dalam situasi pandemi Covid-19 ini untuk mendukung berbagai program pelaku usaha yang melibatkan masyarakat. Kegiatan bersifat padat karya termasuk di dalamnya ada upaya-upaya memberikan bekal teknis terkait budidaya/produksi tanaman hortikultura, pengemasan dan pemasarannya.

"Dengan demikian masyarakat dapat melaksanakan usahanya sesuai dengan kaidah teknis dalam berwirausaha," tambah Herman.

Penanggung jawab Program DMPA APP-SMF Region Riau, Miswanto yang didampingi oleh Public Relations PT Arara Abadi APP-SMF Region Riau Nurul Huda mengatakan Herman adalah salah seorang masyarakat yang berada di sekitar areal konsesi perusahaan yang mendapat Program DMPA melalui Poktan mereka.

"Beliau sudah pernah kita bawa pada kegiatan pameran perubahan iklim di Medan beberapa waktu yang lalu, sebagai contoh petani yang sukses melalui program DMPA APP-SMF Region Riau," kata dia.

Tak tanggung-tanggung, pada kegiatan itu Herman mendapatkan prediket Juara I. Sementara bagi perusahaan keberadaan Herman adalah sebagai bukti atau contoh, bagaimana masyarakat dalam membuka atau membersihkan lahan untuk ditanami tanaman hortikultura.

"Herman telah menunjukkan cara membuka lahan tanpa membakar. Herman dan kawan-kawan yang tergabung dalam Poktan mereka, kita bina, bantu dan arahkan agar tidak melakukan pembakaran untuk selamanya," tutup Miswanto.***






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar