Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Max Sopacua Ungkap Alasan Motori KLB Demokrat, Salahsatunya AHY Tak Punya Etika Politik
JAKARTA (INDOVIZKA) - Sikap dan karakter Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dinilai tidak punya etika politik, turut menjadi salah satu alasan bagi Max Sopacua sebagai pendiri Partai Demokrat untuk memotori pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) di The Hill Hotel Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, pada Jumat (5/3/2021) kemarin.
Hal itu diungkap Max Sopacua pada debat yang ditayangkan melalui akun YouTube Akbar Faizal Uncensored. Ditegaskan Max sikap AHY itu tidak mencerminkan karakter seorang pemimpin.
"Saya pernah bicara di media, bahwa AHY tidak memiliki etika politik. Sama sekali tidak memiliki etika politik sebagai seorang pemimpin," ujar Max Sopacua dikutip INDOVIZKA.COM, Sabtu (6/3/2021).
Max memberi contoh pembanding, ketika Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo selesai dilantik menjadi Kapolri, dia datang ke rumah mantan-mantan kapolri, meminta nasihat dan silaturrahmi.
"Nah, AHY saya mengatakan tidak memiliki etika politik. Kenapa? Saya ini pendiri, saya ini deklarator, ikut berdarah-darah 2001, 2002. Rumah orang kita kontrak buat kantor. Makan pun susah. Kami jual barang untuk bayar makan. Kita mulai dari situ. Berarti kami ini ikut dong. Masa ketika anda menjadi ketua umum, anda buang saja orang," katanya.
Menurut Max Sopacua, seandainya AHY punya etika dan mau berkomunikasi dengan orang-orang yang berjasa di Partai Demokrat, tentu semua akan senang.
"Anak saya mungkin akan bangga kalau misalnya ada sepotong surat dari AHY dan perangkatnya, Terimakasih Pak Max atas pengabdiannya selama ini. Biarkan kami lanjutkan perjuangan ini. Kalau gitu barangkali kami happy banget satu keluarga. Tapi ini tidak ada," jelasnya.
Sebelumnya Jhoni Allen Marbun, salah seorang tokoh penyelenggaraan KLB Partai Demokrat, mengatakan alasan diselenggarakannya KLB itu atas dasar kecewa pengurus DPP Partai Demokrat dibawah kepemimpinan AHY yang dianggap menjadi partai dinasti dengan terpilihnya AHY menjadi ketua umum menggantikan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Yang mengikat ini adalah perasaan kekecewaan yang sudah bertahun-tahun melawan dinasti yang mengambil hak-hak mereka," ujar Jhoni.**
.png)

Berita Lainnya
Badan Kehormatan Rekomendasikan Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani Dipecat
Diisukan Gabung ke Kelompok Moeldoko, Firdaus: Itu sangat Keliru
Persiapan Pemilu 2024, Nasdem Riau Fokus Rekrut Kader Baru dengan E-KTA
Para Bupati Terpilih Jagoan Partai Hadir di Muswil PKB Riau
Airlangga Hartarto Minta Kader Golkar Terus Mengasah Diri
PKB Pelangiran Siap Bergerak Menangkan H. Dani M Mursalam Bupati Inhil 2024
Resmi Dilantik, DPAC dan Ranting PKB se Kecamatan Mandah Diisi 50 Persen Kaum Perempuan
Pra Muscab ke-5 DPC PKB Inhil Hasilkan Satu Nama Kandidat Ketua
Pilkada Serentak Disepakati Digelar 9 Desember 2020
Didorong Kader Maju Pilgubri, Achmad: dari Dulu Saya Siap
Naik Vespa dan Diarak Saat Daftarkan Bacaleg, Demokrat Riau Tekankan Hal Ini Ke Bacaleg
Dani M Nursalam Jadi yang Pertama Ambil Formulir Penjaringan Cakada di PDIP