Pilihan
Tingkatkan Hasil Tangkapan Ikan, Nelayan Kotogasib Terima Bantuan Bubu
SIAK (INDOVIZKA) - Kelompok nelayan Usaha Bersama Berkah di Kampung Kualagasib, Kecamatan Kotogasib, Kabupaten Siak kini punya alat perangkap ikan yang mumpuni berkat bantuan PT Kimia Tirta Utama (KTU).
Sebanyak enam perangkap ikan jenis Bubu dengan tiga ukuran kecil dan tiga ukuran besar disumbangkan kepada kelompok nelayan dengan maksud dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan mereka.
Ketua kelompok nelayan Usaha Bersama Berkah, Suyono merasa senang atas bantuan itu, sebab para nelayan tak lagi sulit menjerat ikan di sungai sehingga hasilnya akan lebih maksimal.
"Sebelumnya kami pakai lukah kecil yang seadanya. Alhamdulillah ini dapat bantuan Bubu yang lebih bagus, mudah-mudahan hasil tangkapannya jadi banyak," cakap Suyono berbincang dengan INDOVIZKA.com, Sabtu (10/4/2021).
Suyono bersama nelayan lainnya sehari-hari menangkap ikan di Sungai Kualagasib. Jenis ikan yang sering didapatnya berupa Baung, Selais, Toman, Lele, Patin dan Tapah.
Dalam seminggu mereka hanya dapat menangkap ikan berkisar 10-20 kg per orang, dan hasilnya dijual ke pasar tradisional di Perawang.
Asisten CSR PT KTU, Slamet Riyadi mengatakan bantuan alat perangkap ikan itu sudah sesuai dengan permintaan nelayan setempat. Bahkan, agar benar-benar sesuai, pembuatan bubu itu juga dikerjakan sendiri oleh kelompok nelayan.
"Jadi kami membantu menyediakan materialnya. Untuk bentuk dan model nelayan yang buat sesuai seleranya," kata Slamet.
Menurut Slamet, melihat kondisi peralatan yang dimiliki kelompok nelayan masih minim, perusahaan sangat respon terhadap hal demikian dalam rangka membantu nelayan meningkatkan hasil ikannya.
"Diharapkan bantuan ini bisa meningkatkan perekonomian mereka pula," katanya.
Selain bantuan alat perangkap ikan, PT KTU dalam waktu dekat berencana membantu pengadaan drum plastik bagi nelayan, yang akan dimodifikasi oleh nelayan untuk dijadikan sampan.
Sementara itu, Asisten Fire Protection PT KTU menambahkan, bantuan tersebut sejalan dengan upaya perusahaan grup Astra Agro Lestari dalam mencegah karhutla. Menurutnya, bekerjasama dengan nelayan sangat efektif dalam mengantisipasi terjadi karhutla di areal sempadan sungai.
"Nelayan bukan hanya menangkap ikan saja tapi kami membangun sinergi agar mereka ikut berpartisipasi menjaga dan melestarikan daerah aliran sungai. Kalau ada api di sekitar itu, nelayan yang membantu memadamkannya," katanya.
Dikatakannya, untuk personel tim fire protection PT KTU sudah lengkap dengan 45 orang yang dibagi menjadi 3 tim. Untuk sarana dan prasaran juga sudah dilengkapi dimasing-masing tim dalam menangani Karhutla. "Dan kami secara continyu berpatroli di kawasan yang rawan terbakar," katanya.***
.png)

Berita Lainnya
BPS RI dan Kepala Daerah se-Riau Mantapkan Komitmen Satu Data Indonesia
Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Tahun 2025 Polres Bersama Stackholder Bangun Sinergitas
Antisipasi Penumpukan Kendaraan, Dishub Berlakukan Ganjil Genap di Pelabuhan Roro Bengkalis pada Arus Balik Lebaran
Tersisa 9 Bulan, Anggaran Pengangkutan Sampah Pekanbaru hanya berkurang Rp2 Miliar
Prioritas, Plt Dirut RSUD Meranti Bakal Pasang Pagar agar Ternak Tak Masuk
Imam Masjid Dipukul, DPRD Desak Dinsos Pekanbaru Data dan Razia ODGJ
BPS RI dan Kepala Daerah se-Riau Mantapkan Komitmen Satu Data Indonesia
Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-79, Manajer PLN Tembilahan Himbau Masyarakat Waspadai Aktivitas Dekat Jaringan Listrik
Miris, Bocah 6 Tahun di Pekanbaru Tewas Ditabrak Truk saat Dibonceng Ibu
Ratusan Karung Bawang Ilegal Digagalkan di Teluk Meranti, Sopir Diamankan Polres Pelalawan
Mulai 1 September, Denda Pajak Kendaraan di Riau Dihapuskan
Ikuti Lomba di Polda Riau, Polisi Cilik dari Polres Inhil Mantapkan Latihan