Pilihan
Sebelum 6 Mei Masyarakat Dipersilahkan Mudik, Kakorlantas: Kami Tidak Berhak Melarang
JAKARTA (INDOVIZKA) - Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Irjen Pol Istiono, mengakui berdasarkan Keputusan Kemenhub No. PM 13 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi masa Idul Fitri 1442 H, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melarang masyarakat mudik lebaran Idul Fitri sebelum tanggal 6 Mei 2021.
Dimana dalam keputusan itu, dinyatakan larangan mudik dengan penggunaan transportasi baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian mulai dilakukan sejak tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021 guna menekan penyebaran Covid-19.
"Berdasarkan aturan di Kemenhub No. PM 13 tahun 2021 kami tidak berwenang melakukan pelarangan sebelum tanggal 6 Mei 2021. Jadi sebagaimana adanya mudik awal, sebelum tanggal 6, ya silakan saja. Kita perlancar,” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/4/2021).
Sedangkan untuk melakukan pembatasan atau penerapan larangan mudik lebaran 2021 dikatakannya Korlantas akan membangun 333 titik penyekatan atau titik evaluasi kendaraan mudik yang tersebar di jalur tol, arteri (non-tol), dan beberapa jalur tikus.
"Saya pastikan tidak ada travel gelap yang lolos karena kita juga bangun 333 titik evaluasi dari pada mudik tahun lalu. Tahun lalu, kita bangun 146 titik penyekatan, jadi lebih ketat. Kita sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait semua baik di perbatas provinsi, antar kabupaten, semuanya," lanjutnya.
Ditegaskannya, setelah penerapan itu bila nantinya petugas di lapangan mendapati kendaraan terkait akan disita dan baru bisa diambil setelah Hari Raya Idul Fitri 1442 H selesai, atau 12-13 Mei 2021. Kemudian, bagi kasus tertentu bisa juga dikenakan hukuman sanksi.
Sebagaimana diketahui Pemerintah secara resmi telah melarang mudik Lebaran 2021. Aturan terkait larangan tersebut pun sudah terbit, yaitu Surat Kemenhub No. PM 13 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi masa Idul Fitri 1442 H.
Larangan penggunaan transportasi baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian mulai 6-17 Mei 2021 guna menekan penyebaran Covid-19.
“Kalau sama-sama kita bangun kesadaran masyarakat, dan kita kompak memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, Insya Allah pencegahan akan lebih mudah,” kata Istiono.**
.png)

Berita Lainnya
KSP: Pengembangan Mandalika Tak Berhenti pada Ajang MotoGP
Bukan Menteri Investasi, Politisi Gerindra Justru Usulkan Ahok Jadi Menteri Pendidikan
Baru Bebas, Habib Bahar bin Smith Kembali Dijebloskan ke Penjara
Strategi Dirut PLN Darmawan Prasodjo Kelola Utang Perusahaan Rp50 Triliun
Tim Indonesia Didepak dari All England, DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Diplomatik
Surat Izin Turun, Alat Deteksi Covid-19 Buatan UGM GeNose Siap Diedarkan
Mulai April 2021, Pelanggan 450 VA Tak Lagi Dapat Listrik Gratis
PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
MUI Desak SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah Direvisi
Jangan Hanya Larang Mudik, Pemerintah Diminta Juga Tutup Tempat Wisata
Kementerian PUPR Siapkan Rusun untuk Penonton MotoGP Mandalika
Listrik 10 Juta Pelanggan Termasuk Rumah Tangga Bisa Padam Jika PLN Krisis Batu Bara