Pilihan
Walau di Balik Jeruji Habib Rizieq Sihab Berhasil Raih Gelar Baru, Doktor Ilmu Sains Islam
JAKARTA (INDOVIZKA) - Meskipun terkurung di rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri Habib Rizieq Shihab telah dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar baru yakni PhD atau Doktor Ilmu Sains Islam melalui ujian program doktoral di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Kamis (15/4/2021) kemarin.
Dengan demikian maka selain gelar Imam Besar (IB) kini Habib Rizieq Shihab telah memiliki gelar akademis baru berupa Doktor Ilmu Sains Islam. Demikian dikutip dari keterangan tertulis yang diterima INDOVIZKA.com, melalui Habib Ali Alatas, salah satu pengacara Habib Rizieq Shihab.
Dikatakannya, gelar baru itu resmi diterima Habib Rizieq Shihab setelah dinyatakan lulus pada ujian Disertasi berjudul 'Metodologi Pemilahan Antara Usul Dan Furu' Dalam Aqidah Dan Syari’ah Serta Akhlaq Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama'ah' yang diuji melalui sidang online oleh Supervisor sidang Profesor. Madya. Dr Kamaluddin Nurdin Maruuni, dan co supervisor Dr Ahmad Kamel Malik, dari USIM.
"Subhanallah!, tepat pukul 15:00 waktu Malaysia Imam Besar Habib Rizieq Shihab telah dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar Doktoral atau PhD Ilmu Sains Islam dari Universiti Sains Islam Malaysia," ujarnya dikutip INDOVIZKA.com, Jumat (16/4/2021).
Dijelaskannya, Disertasi Habib Rizieq Shihab yang berjudul 'Metodologi Pemilahan Antara Usul Dan Furu' Dalam Aqidah Dan Syari’ah Serta Akhlaq Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama'ah', adalah pokok bahasan yang sangat berat, karena berisi 73 aliran dalam Islam.
Sebagai informasi disampaikannya, dalam jenjang akademis sebelumnya juga telah memiliki gelar S-1 melalui studi di King Saud University dan S-2 di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.
Dimana pada ujian Tesis S-2 Habib Rizieq Shihab saat itu membahas 'Pengaruh Pancasila Terhadap Penerapan Syariah Islam di Indonesia', lulus dengan hasil Cumlaude atau Mumtaz atau Sangat memuaskan.
"Alhamdulillah, sekarang Imam Besar Habib Rizieq Shihab kini telah resmi memiliki gelar PhD," terangnya.
.png)

Berita Lainnya
Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Optimalkan Peluang Peningkatan Ekspor
Kemenperin: Industri Kimia Berperan Penting ke Manufaktur Nasional
Jenazah Zukhi korban kebakaran Glodog Plaza dibawa keluarga ke Pekanbaru
Airlangga Hartarto: Presiden Setujui Perpanjangan Larangan Masuk WNA ke Indonesia
Pemerintah Bebaskan PPN Rumah dengan Harga Jual Paling Tinggi Rp 2 Miliar
Menhub Usul Pramugari Hingga Sopir Angkutan Umum Dapat Prioritas Vaksin
Ini 5 Nama Jenderal Bintang 3 Calon Kapolri yang Diajukan ke Jokowi
Maksimal 5 Kg, Beli Minyakita Wajib Pakai KTP
Turun Drastis, Kasus Baru Covid-19 di Riau Hanya Tambah 31 Positif
Akibat Stok Beras Menumpuk di Bulog Negara Berpotensi Rugi Rp 1,25 Triliun, DPR: Tidak Ada Alasan Impor
Gagal Jadi Kapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono Jadi Wakil Komut PT Pindad
Kemenperin Buka 786 Formasi CPNS, Simak Rinciannya