Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
12 November 2025
Pulanglah, Ali…
16 Oktober 2025
Polres Kampar Tetapkan Satu Tersangka Penjarahan di PT Langgam Harmuni
penjarahan di PT Langgam Harmuni, Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Kepolisian Resor (Polres) Kampar menetapkan satu tersangka kasus penjarahan di PT Langgam Harmuni, Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Tersangka berinisial RW, koordinator massa yang melakukan penjarahan dan pengancam.
"Kasus sudah naik ke penyidikan. Satu orang, kami tetapkan tersangka yakni Mv, korlapnya," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar, AKP Berry Juana, Kamis (29/4/2021).
Dalam pengusutan kasus ini, kata Berry, penyidik sudah memeriksa 28 orang saksi yang terdiri dari warga sekitar, karyawan PT Langgam Harmuni, dan orang yang ada pada peristiwa itu. "Ada beberapa orang lagi yang masih dalam proses," kata Berry.
Terpisah, Kuasa Hukum PT Langgam Harmuni, Patar Pangasian, meminta, Polres Kampar mengusut tuntas kasus ini karena sudah membuat korban trauma. Jangan sampai polisi terkesan melindungi aktor intelektual dalam kasus itu.
"Kita berharap, seluruh pelaku, koordinator, dan aktor intelektual yang terlibat dalam penjarahan karyawan ini harus diproses dan diadili. Kejadian penjarahan, pengusiran dan penyerangan itu selalu terngiang-ngiang di benak mereka," jelas Patar.
Peristiwa pengusiran itu terjadi disertai dengan pengancaman, penjarahan dan perusakan, pada Kamis (15/10/2020) lalu. "Ada 210 orang karyawan yang menjadi korban dalam aksi yang dilakukan oleh sekitar 400 orang itu," ujar Patar.
Patar menyebutkan, ratusan orang yang melakukan pengusiran dan penjarahan harta serta aset perusahaan itu dikoordinatori oleh seseorang bernama H dan M. Patar menduga bahwa mereka adalah preman bayaran.
"Saat datang ke lokasi mereka langsung menarik pimpinan kebun Manalu, dan mengancam menggunakan senjata tajam serta benda tumpul dan meminta agar mesin genset listrik perumahan dimatikan," jelas Patar.
Sementara itu, Kepala Desa Pangkalan Baru Yusri Erwin meminta agar tidak ada pengalihan isu dari kejadian penjarahan itu. Menurutnya, ada segelintir orang mencoba mengalihkan isu dengan mengeluarkan pernyataan yang berbeda dari kejadian.
"Saya luruskan, karyawan PT Langgam yang menjadi korban kejadian beberapa waktu lalu itu adalah warga Desa Pangkalan Baru. Mereka telah memiliki KTP serta KK dari desa kita," kata Yusri.
Sebelum peristiwa Yusri mengaku melihat sekitar belasan orang diduga preman, bukan merupakan warga desanya sedang duduk-duduk di persimpangan jalan desa.
"Saya melihat mereka seperti menunggu sesuatu. Kemudian saya hampiri dan bertanya mau ke mana, mereka menjawab enggak ada pak, hanya menunggu kawan katanya," ucap Yusri.
Karena melihat kerumunan dan takut akan terjadi sesuatu, dia mengimbau agar sekelompok orang itu untuk membubarkan diri dan tidak berbuat ulah di desanya
"Ternyata yang saya temui itu bagian dari kelompok yang melakukan penjarahan di rumah karyawan PT Langgam Harmuni," tutur Yusri.
Kendati begitu, Yusri mengaku justru mendapat laporan adanya kejadian keributan di perumahan karyawan PT Langgam itu. Tidak menunggu lama dia kemudian menuju lokasi dan melihat pimpinan kebun bernama Basken Manalu sudah diapit beberapa preman.
Karyawan lain sudah di bawah ancaman diusir dalam tempo 15 menit untuk meninggalkan lokasi perumahan. "Saya sudah mencoba melerai namun tak diindahkan malah saya mendapat kata kasar dari mereka. Dua menit saja saja berkomunikasi dengan pak Basken tidak bisa," pungkas dia.
.png)

Berita Lainnya
Warga Pekanbaru Tumpah Ruah Ikuti Senam Sehat Bersama Cagubri Berwarwah
Pemda Inhil Siapkan Bonus 1,5 M bagi Atlet Peraih Medali, Berikut Besarannya
MUI Siak Sepakat Pemkab Larang Warga Salat Id di Masjid dan Lapangan
Wabup Husni Tamrin Buka Suluk Thoriqoh Naqsabandiyah 2026 di Pangkalan Kerinci
Dua Tahun PRIME PARK Hotel & Convention Pekanbaru, Tetap Eksis dan Survive
Gratis, SPS Riau Gandeng PWI Riau Gelar UKW
Takjil Gratis dan Santunan Anak Yatim,DPW Perempuan Bangsa Kepri Tebar Kebaikan Ramadan
Indra Mukhlis Adnan Wafat, Ketua DPRD Inhil Sampaikan Duka Mendalam
Puluhan Orang Diklarifikasi Terkait Pungli Retribusi Sampah, Agus Pramono Tunggu Giliran
Ada 3.229 Balita di Siak Idap Stunting
Disebut Menolak Reses, APDESI Inhil Bantah Pernyataan Ketua DPRD Riau
Stok Bahan Pangan di Siak Cukup Sampai Idul Fitri