Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Effendy Sianipar Ingatkan Mendagri Jangan Nekat Jadikan Riau Tempat Penampungan PMI, Berbahaya!
JAKARTA (INDOVIZKA) - Anggota DPR Fraksi PDI-Perjuangan daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Riau, Effendy Sianipar menolak rencana Menteri Dalam Negri (Mendagri) Tito Karnavian yang menyatakan Pemerintah Provinsi Riau harus siap menjadi daerah penampung kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI).
Riau diminta bersiap jika Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang saat ini menjadi daerah penampung, nantinya kewalahan menangani kepulangan para PMI itu.
Penolakan itu ditegaskan Effendy Sianipar, mengingat tingginya jumlah penambahan kasus baru positif Covid-19 saat ini di Provinsi Riau. Berdasarkan data Satgas Covid-19 pada Sabtu 8 Mei 2021 saja, ditemukan penambahan kasus baru sebanyak 654 kasus.
"Sebagai wakil rakyat dari Riau, saya meminta agar rencana atau wacana Mendagri Tito Karnavian. Untuk menjadikan Provinsi Riau sebagai pintu masuk kepulangan PMI kita yang otomatis menjadikan Riau sebagai tempat untuk karantina bagi mereka. Tolong Pak Menteri membatalkannya, jangan terlalu nekat, sudah sangat mengkhawatirkan saat ini penambahan kasus Covid-19 di Riau, 654 kasus bertambah dalam satu hari terakhir. Kalau rencana itu direalisasikan, berbahaya nantinya," ujarnya melalui keterangan tertulis, Ahad (9/5/2021) di Jakarta.
Anggota Komisi IV DPR itu, menjelaskan sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Sudah 48.432 kasus positif Covid-19 terjadi di Riau, di mana sebanyak 1.200 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Di tambah lagi, dengan kian semakin tingginya angka penambahan kasus positif Covid-19 baru yang belakangan ini terjadi. Fasilitas kesehatan (Faskes) untuk pasien Covid-19 di Riau pun saat ini sudah nyaris penuh dengan persentase kapasitas keterisian 70 hingga 80 persen.
"Tolong Pak Menteri pertimbangkan kembali data penemuan kasus baru positif Covid-19 di Riau yang sudah mengkhawatirkan itu. Untuk layanan fasilitas kesehatan tempat merawat pasien Covid-19 saja saat ini sudah hampir penuh, apakah Riau masih belum dianggap kewalahan dengan masalah yang sudah ada sekarang," jelasnya.
Selain itu, Anggota DPR dapil Riau I itu juga turut menghimbau kepada masyarakat Riau khususnya. Untuk senantiasa menaati peraturan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran kasus Covid-19, serta selalu menerapkan protokol kesehatan demi keselamatan bersama.
"Mari kita taat aturan yang ada, tolong kita semua untuk terus menerapkan protokol kesehatan jangan lalai. Covid-19 masih ada, ayolah kita perangi bersama-sama," pukasnya.
Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Riau harus siap menerima kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) yang hendak pulang ke Tanah Air, apabila Batam sudah kesulitan menangani karantina "pahlawan" devisa.
"Prinsipnya, kalau di sini sudah kesulitan menahan arus, bahkan perlu pengalihan arus juga, mereka harus siap," kata Menteri usai meninjau proses kedatangan PMI dari Malaysia saat tiba di Pelabuhan Internasional Batam Centre Kota Batam Kepulauan Riau, Sabtu (8/5/2021).
.png)

Berita Lainnya
Cara Lengkap untuk Wajib Pajak Ikut Program Pengungkapan Sukarela
NetralitasTNI: Komitmen TNI Menjelang Pemilu 2024
Buruan Urus, Ada Pemutihan Pajak Lagi, Biaya Balik Nama dan Sanksi Administratif Dibebaskan
Satgas Covid-19 Perketat Mobilitas Warga Selama Liburan Nataru
BPK Soroti Kinerja Kemenhub, Pertamina dan PLN di Semester I-2021
Swasembada Pangan dan Pupuk Terjangkau Jadi Prioritas Pemerintah
Bank Syariah Indonesia Komit jadi Bank Inklusif, Modern dan Universal
Kemenkeu akan Bayar Kekurangan DBH Meranti usai Diprotes Bupati
BMKG: Dampak Petir pada Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap Masih Jadi Pertanyaan
Sandiaga Uno Berencana Berikan DAK bagi Desa Wisata dan Pelaku Seni Budaya
Besok Cair, Segini Besaran Gaji Ke-13 yang Bakal Diterima PNS
Gubernur Kalsel Paman Birin Setuju Porwanas Digelar Agustus 2024