Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
1.112 Nakes di Riau Sudah Disuntik Vaksin Dosis Ketiga
PEKANBARU, (INDOVIZKA) - Pencapaian pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga kesehatan (Nakes) sudah melebihi target. Bahkan saat ini para tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam merawat pasien Covid-19 ini mulai dilakukan penyuntikan vaksin untuk dosis ketiga atau booster vaksin.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, hingga saat ini capaian pelaksanaan penyuntikan vaksin dosis ke-3 atau booster vaksin bagi tenaga kesehatan di Provinsi Riau sudah mencapai 3,4 persen dari total target sasaran vaksin.
"Capaian booster vaksin bagi Nakes di Riau sudah berjalan 3,4 persen atau sekitar 1.112 orang dan ini masih terus berjalan," kata Mimi Yuliani Nazir, Kamis (12/8/2021).
Jumlah target sasaran Nakes di Riau yang akan diberikan booster vaksin sebanyak 32.923 orang. Mereka adalah tenaga kesehatan yang bertugas di sejumlah rumah sakit di Provinsi Riau.
Vaksin ketiga yang diberikan kepada nakes ini menggunakan vaksin Moderna. Sejauh ini pemerintah pusat sudah mengirimkan vaksin moderna ke Provinsi Riau sebanyak 1.500 dosis. Vaksin moderna ini khusus diperuntukkan bagi Nakes yang ada di Riau.
Vaksin booster moderna bagi nakes dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada nakes. Sebab mereka bertugas digarda terdepan dan langsung bersentuhan dengan pasien Covid-19. Sehingga resiko terpapar virus korona lebih besar jika dibandingkan dengan kelompok prioritas lainnya.
"Harapan kita dengan diberikannya vaksin ketiga ini bisa menambah kekebalan tubuh bagi nakes kita. Sehingga mereka bisa lebih aman saat bertugas dan terhindar dari penularan virus Covid-19,” kata Mimi.
Gubri Harap Masyarakat Bersabar
Sementara itu, Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar didampingi Kadiskes Mimi Yuliani Nazir saat meninjau program vaksinasi Covid-19 di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Kamis (12/8/2021), menyampaikan ucapan terimakasih kepada Rektor Unilak dan seluruh tenaga medis yang telah membantu walaupun masih terbatas bantuan vaksinnya, serta masyarakat yang ada di sekitar kampus Unilak.
"Dalam hal ini tidak hanya yang ada didalam kampus tetapi juga diikuti warga yang ada disekitar kampus," ujar Gubri di Aula Perpustakaan Unilak
Syamsuar mengakui bahwa saat ini antusias masyarakat Riau sangat tinggi terhadap vaksinasi, namun vaksinnya dibatasi dari pemerintah pusat karena daerah lain bahkan negara lain juga sangat membutuhkan vaksin.
"Semua daerah juga sekarang membutuhkan vaksin, maka itu masyarakat harus bersabar. Karena vaksin yang diberikan untuk Riau ini juga masih terbatas jumlahnya. Kami juga sudah mendapatkan laporan masyarakat sudah banyak ingin divaksin, apalagi vaksin kedua," terangnya.
Ia berharap mudah-mudahan apa yang telah disampaikan kepada Menteri Kesehatan untuk menambah vaksin yang lebih banyak karena mengingat di Provinsi Riau ada empat daerah yang berada di level empat sehingga perlu penambahan vaksin.
"Karena ada empat daerah yang level empat tentunya vaksinnya juga harus lebih banyak untuk Riau sehingga kita bisa melakukan vaksin secara masif," terangnya.
Sebagai informasi, program vaksinasi Covid-19 di Universitas Lancang Kuning telah mendapatkan bantuan vaksin dari Pemerintah Provinsi Riau berjumlah 1.500 vaksin sedangkan dari Polda Riau sebanyak 500 vaksin.
.png)

Berita Lainnya
Pentingnya Kesehatan Lingkungan Sekolah, Puskesmas Pengalehan Enok Inspeksi Higiene Sanitasi ke 28 Sekolah
Apa Perbedaan Pilek atau Kena Covid-19? Ini 5 Tandanya
Pasien Covid-19 Membludak, RSUD Arifin Achmad akan Tambah 60 Ruang Isolasi
Prevelensi Stunting di Pelangiran Tunjukkan Perkembangan Positif
Dinkes Inhil Taja Pertemuan Pemetaan Analisis Situasi Stunting
Hari Ini Reteh Rujuk 2 Pasien Reaktif ke RSUD Tembilahan
Satu Anggota Polisi Positif Corona, Rekan se-Polres Jalani Rapid Test
Gejala Baru Virus Corona Mulai Muncul, Apa Saja?
Bupati Inhil Ajak Masyarakat Ikuti Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis dari Baznas Inhil
Hari ini 33 Warga Inhil Dinyatakan Positif Covid-19
Masyarakat Perlu Sesuaikan Pola Makan Usai Berpuasa di Bulan Ramadhan
Status PPKM Turun, Ini Perlengkapan Wajib Saat Keluar Rumah