Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
RI Mau Bangun Stasiun Charger Mobil Listrik Sampai Kecamatan
JAKARTA, (INDOVIZKA) - Tempat pengisian daya kendaraan listrik masih sedikit, meski pemerintah saat ini sedang mendorong pembangunannya hingga pelosok daerah. Namun, bagaimana meyakinkan investor kalau industri kendaraan listrik Indonesia akan maju?
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya bicara baterai listrik, tapi tempat stasiun pengisian juga harus diperhatikan. Saat ini pemerintah sedang membuat perencanaan masif untuk memperbanyak stasiun pengisian.
"Tidak akan mungkin melakukan produksi mobil dan baterai kalau stasiun tidak ada. Ini kita rencanakan implementasinya," katanya dalam Evening Up CNBC Indonesia, Rabu (27/10/2021).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Bahlil membeberkan beberapa strategi yang dilakukan adalah menawarkan investasi ini kepada pemodal, baik BUMN maupun swasta. Supaya tempat pengisian ini menjadi lebih banyak hingga tingkat kecamatan.
Saat ini sudah ada beberapa investor swasta di luar PLN, Pertamina dan IBC untuk membangun stasiun pengisian. Dari swasta, menurut Bahlil, ada tiga calon investor yang mau menanamkan modal.
Selain itu, perlu diingat pertumbuhan kelas menengah Indonesia tinggi, begitu juga dengan jumlah penduduk produktif pada 2030 yang akan mencapai 60% populasi Indonesia. Menurut Bahlil, fakta itu menjadi bukti Indonesia adalah pasar potensial.
Namun di sisi lain, Indonesia harus cepat mengambil peran dalam produksi baterai. Karena banyak negara tetangga yang tidak menginginkan Indonesia menjadi pemain di produk hilir."Kita harus agresif, supaya tidak diambil negara tetangga. Kita lagi pasang kuda-kuda karena negara tetangga nggak mau baterai cell ini terjadi di Indonesia. Mereka mau Indonesia hanya suplai bahan baku," katanya.
Tidak hanya stasiun pengisian, Bahlil juga ingin stasiun penggantian baterai juga semakin marak, khususnya untuk motor listrik. Karena pertumbuhan motor listrik akan lebih dulu tumbuh, di mana targetnya pada 2030 mencapai 3 juta unit.
.png)

Berita Lainnya
Empat Perusahaan di Inhil Ingkari Janji Bagi Hasil Sawit di Lahan Plasma
Pleno Golkar Ricuh, Dua Kubu Kader Golkar Siak Bentrok
Untuk yang Masih Pakai BlackBerry Orisinal: Ponsel dan Tablet Mati Mulai Besok
Bawaslu Inhil Launching Buku Pengawasan Pemilu Tahun 2019
Ini Bahaya Nonton Sepak Bola dan Film di Situs Streaming Ilegal
Di Malaysia, Pelaku Streaming Ilegal Bisa Dipenjara 20 Tahun
Tips Mengajukan Pinjaman di Aplikasi Pinjam Uang
Hasil SKB Sangat Menentukan, Kelulusan CPNS Diumumkan Akhir Oktober Ini
WhatsApp Rilis Fitur Baru Pratinjau Pesan Suara Sebelum Dikirim
Gubri Minta Dukungan Infrastruktur Jaringan pada Kemenkominfo
Jokowi Target 2.000.000 Unit Kendaraan Listrik Digunakan Masyarakat pada 2025
Sertifikat Elektronik Jadi Pendorong Kemajuan Ekosistem Digital