Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Utang Pemerintah Indonesia di Era Jokowi Naik Lagi, per September 2021 Rp 6.711 T
JAKARTA (INDOVIZKA) - Utang pemerintah Indonesia yang kini di bawah kendali Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin kembali meningkat. Per akhir September 2021, utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 6.711,52 triliun.
Berdasarkan publikasi di APBN KiTa Kementerian Keuangan per akhir September 2021, utang pemerintah Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin bertambah sekitar Rp 86 triliun dibandingkan sebulan sebelumnya.
Utang pemerintah Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin per akhir Agustus 2021 yakni Rp 6.625,43 triliun. Penambahan utang pemerintah Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin ini lebih besar dibandingkan pada periode Agustus 2021 yang hanya Rp 55,27 triliun.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Dengan bertambahnya utang pemerintah Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) pun meningkat. Rasio utang pemerintah Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin terhadap PDB adalah 41,38%. Bulan sebelumnya, rasio utang pemerintah Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin terhadap PDB hanya 40,85%.
Berdasarkan jenisnya, utang pemerintah Indonesia paling besar kontribusi dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) domestik yakni sebesar Rp 5.887,67 triliun yang terbagi dalam Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Lalu, utang pemerintah Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin melalui penerbitan SBN valas yakni sebesar Rp 1.280 triliun per September 2021.
Utang pemerintah Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin lainnya bersumber dari pinjaman yakni sebesar Rp 823,85 triliun meliputi pinjaman dalam negeri sebesar Rp 12,52 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp 811,33 triliun. Apabila dirinci lagi, pinjaman luar negeri itu terdiri dari pinjaman bilateral Rp 306,18 triliun, pinjaman multilateral Rp 463,67 triliun, dan commercial banks Rp 41,48 triliun.
Dalam pemberitaan Kontan.co.id, terus meningkatnya utang Indonesia pun kerap menjadi perbincangan berbagai pihak. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku senang.
"Banyak orang lihat keuangan negara detail, saya senang banget sekarang semua orang urusin utang. Semua orang bicara itu. It's good, kita punya ownership terhadap keuangan negara," kata Sri Mulyani dalam acara Peluncuran Buku 25 Tahun KONTAN: Melintasi 3 Krisis Multidimensi, Minggu (24/10).
Sebab sebelumnya, pada saat krisis tahun 1997-1998 maupun tahun 2008, tidak ada orang yang memperhatikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun ia menegaskan, jika utang berlipat maka negara bisa kesulitan membayarnya. Terlebih, nilai tukar rupiah melemah. Hal ini akan berdampak terhadap kondisi keuangan.
"Kalau utang berlipat ganda, walaupun tadi utangnya sama tetapi nilai tukar berubah maka penerimaan ada yang dalam bentuk rupiah menjadi tidak bisa mampu untuk membayarnya kembali," kata Sri Mulyani.
Sebab itu, saat kondisi perekonomian sedang bangkit, pemerintah berusaha untuk menyehatkan keuangan negara dengan memberikan ruang fiskal pada APBN. Tujuannya, agar saat perekonomian kembali tertekan, keuangan negara kembali hadir untuk melindungi dan menyehatkan perekonomian
.png)

Berita Lainnya
DPR Tuding Pertamina Gagal Antisipasi Penyebab Kebakaran Kilang Minyaknya
Mulai Hari Ini, Pesawat, Bus dan Kereta Api Berhenti Beroperasi
Wow! Uang Sebanyak Rp 2,08 Triliun di Papua Dimusnahkan
Program PEN, Airlangga Sebut Pemerintah Fokus Bantu Swasta Tahun Ini
KPU Tetapkan Sukiman-Indra Peraih Suara Terbanyak Pilkada Rohul, Hafith-Erizal Ajukan Keberatan
BPOM Ungkap 71,4 Persen Relawan Vaksin Nusantara Alami Efek Samping
Ada Isu Zat Berbahaya Bromat Pada Air Kemasan dan Galon, Ini Tanggapan Ahli
Polri Terima Surat Kemenpan Soal Tawaran ASN untuk Eks Pegawai KPK
Soal Sandiaga Uno Jadi Menpar, PKS Merasa Aneh
Imbas Harga Gas Turun, PLN Hemat Rp18,58 Triliun
PNS Mulai 'Jalan-Jalan' Lagi, APBN Cairkan Uang Saku Rp 15 T
Kapolri Ajak Semua Pihak Ciptakan Alam Demokrasi yang Lebih Baik