Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Pengobatan Tradisional yang Telah Diakui WHO
JAKARTA (INDOVIZKA) - Akupuntur adalah pengobatan tradisional dari Cina yang non konvensional. Teknik pengobatan ini telah digunakan sejak ribuan tahun lalu untuk mengobati berbagai macam penyakit. Saat ini teknik akupunktur telah berkembang dari pengobatan tradisional klasik menjadi konsep akupunktur medic yang diterapkan berdasarkan kaidah kedokteran konvensional.
Dilansir dari laman Rumah Sakit EMC, pengobatan akupunktur dilakukan dengan cara memasukkan jarum halus untuk menstimulasi titik-titik khusus di tubuh. Jarum steril berukuran tipis akan disisipkan di bagian tubuh yang akan diobati. Jarum biasanya akan disisipkan pada kedalaman berbeda, tergantung pada teknik yang digunakan.
Jarum yang digunakan dalam pengobatan tradisional akupuntur memiliki ukuran antara 2.5 cm-5 cm. Setelah jarum disisipkan ke titik akupuntur, dokter akan mendiamkan jarum tersebut selama kurang lebih setengah jam. Selama prosedur dilakukan, Anda mungkin akan merasa nyeri hingga mati rasa. Hal ini menandakan pengobatan sedang bekerja. Umumnya, ahli akupuntur akan merekomendasikan kunjungan satu kali seminggu selama 4-8 sesi. Seberapa lama pengobatan tergantung pada kemajuan yang terlihat pada tiap-tiap pengobatan.
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
“Pengobatan akupuntur bermanfaat untuk memulihkan kesehatan dan kebugaran, melancarkan sirkulasi darah, metabolisme tubuh, serta mengurangi dan mengobati nyeri,” tulis Yovita Wijaya, dokter ahli akupunktur seperti yang dikutip Tempo.co dari laman RS EMC, Rabu, 17 November 2021.
Saat ini, World Health Organization (WHO) telah mengakui efektivitas akupuntur dalam mengobati berbagai penyakit. Bahkan WHO telah merekomendasikan teknik pengobatan ini untuk diintegrasikan dengan Sistem Kesehatan Nasional masing-masing negara, termasuk di Indonesia.
Menurut Yovita, akupunktur memiliki manfaat antara lain untuk memperbaiki sirkulasi darah, meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh, membantu mengurangi nyeri, mengatasi gangguan pencernaan, mengatasi gangguan hormonal, mengatasi gangguan pernapasan, hingga mengatasi gangguan saraf dan rehabilitasi penderita pasca stroke.
Yovita melanjutkan bahwa terapi akupunktur sangat aman dilakukan dengan efek samping minimal jika dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan terlatih. Namun, ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti nyeri ringan saat prosedur dilakukan, memar setelah prosedur hingga mengganggu kerja alat pacu jantung jika dilakukan pada orang yang memasang alat pacu jantung di tubuhnya.
Walaupun begitu, akupuntur aman dilakukan pada segala usia termasuk anak-anak. Saat ini, akupunktur sudah menjadi pengobatan alternatif yang digemari oleh semua kalangan karena telah terbukti efektivitasnya.
.png)

Berita Lainnya
Dinkes Inhil Jelaskan 6 Cara Untuk Menjaga Mutu dan Keamanan Hasil Olahan Pangan
Pemerintah Sudah Siapkan Obat Hingga Fasilitas Kesehatan Hadapi Varian Omicron
Dinkes Inhil Sampaikan Pentingnya Pemahaman Merawat Anak Dengan Gangguan SLG
Dinkes Inhil Ikuti Lomba Gerak Jalan Peringatan HUT RI ke-78
Sudah 5 Dokter di Riau Wafat karena Covid-19
Update Covid-19 di Riau: 1.823 ODP, 55 Pasien Dalam Pengawasan
Tanggapi Inpres Nomor 1 Tahun 2022, Dinkes Inhil Taja Rakor Lintas Sektor Percepatan UHC.
Diusir Warga karena Corona, Perawat Terpaksa Tidur di RS Persahabatan
Cegah Flu Burung, Distankan Pekanbaru Lakukan Ini
Hingga Mei 2023 Tercatat 31 Kasus DBD di Inhil
Update Covid-19 Riau: Tambah 66 Kasus, 42 Sembuh dan 5 Pasien Meninggal Dunia
Ingin Menurunkan Berat Badan tapi Tetap Bisa Makan Enak, Ini Kiatnya