Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Status PPKM Turun, Ini Perlengkapan Wajib Saat Keluar Rumah
JAKARTA (INDOVIZKA) - Pemerintah telah menurunkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di sejumlah wilayah. Pelonggaran aktivitas masyarakat ini seiring dengan turunnya kasus Covid-19 harian dan vaksinasi yang kian masif.
Kendati masyarakat mulai leluasa beraktivitas di luar rumah, praktisi dan edukator kesehatan, dokter Mery Sulastri mengingatkan agar tidak kendor protokol kesehatan. Setiap individu, menurut dia, justru harus lebih ketat dalam menerapkan aturan keluar dan masuk rumah.
"Selama pandemi Covid-19 dengan mutasi-mutasi virus baru, penerapan protokol kesehatan 5M dan vaksinasi saja belum cukup," kata Mery dalam acara peluncuran produk Upper Respiratory Tract (URT) Care Betadine pada Kamis, 28 Oktober 2021. Masyarakat diharapkan menjaga kebersihan mulut, saluran pernapasan, dan menerapkan pola hidup bersih sehat.
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
Mengenai aturan masuk rumah, Mery mewanti-wanti agar segera membersihkan diri sesampainya di rumah. "Ketika ada orang yang masuk ke dalam rumah, artinya dia dari luar dan terpapar apapun di sana," katanya. Sebab itu, saat masuk rumah jangan bersentuhan dengan siapapun.
Pisahkan pakaian yang dikenakan untuk keluar rumah dalam keranjang tersendiri. Jangan mencampur pakaian dari laur rumah dengan busana harian di rumah. "Langsung mandi, keramas, dan jangan lupa berkumur," ujarnya.
Begitu juga sebelum keluar rumah, bawalah bekal yang cukup untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pakai masker dua lapis, yakni masker medis di dalam kemudian masker kain di luar, membawa hand sanitizer, tisu basah, dan tisu kering.
Ketika berada di luar rumah dan ada fasilitas mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menurut Mery, pilih sarana tersebut untuk membersihkan tangan ketimbang menggunakan hand sanitizer. Bagi anak-anak yang hendak diajak bepergian atau masuk sekolah untuk menjalani pembelajaran tatap muka (PTM), Merry menyarankan orang tua memberikan pemahaman dulu tentang kondisi sekarang.
Setelah itu, beri pengertian kepada anak kenapa mereka harus pakai masker, menjaga jarak, menjaga kebersihan tangan, dan sebagainya. "Jangan tunggu sampai ada wabah lagi, baru kita panik," ucap Mery.
.png)

Berita Lainnya
Lagi, Pasien PDP Asal Reteh Reaktif Dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan
Peringati Hari Tuberkulosis Dunia, Dr Alexis Hermansyah Jelaskan Bahaya TBC
Puskesmas Tembilahan Hulu Buka Pos Pelayanan Gratis Bagi Anak
Suspect Corona, Warga Asal Inhu Dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan
Dinkes Inhil Gelar Pertemuan Perencanaan Penanganan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria
Tim Penegakan Disiplin Covid-19 Awasi Ketat Pelabuhan Pelindo Tembilahan
Hari ini, Vaksin Sinovac Gagal Tiba di Inhil
Sempat Meningkat, Kasus Stunting Kecamatan Tembilahan Hulu Turun di 2024
Pasien Covid-19 Membludak, RSUD Arifin Achmad akan Tambah 60 Ruang Isolasi
Senin Labkesda Covid-19 Riau Beroperasi, Sehari Bisa Periksa 200 Sampel
Dinkes Inhil Ramaikan Senam Sehat Bersama Pj Ketua TP-PKK Inhil
Cegah Varian Omicron Masuk, RI Tutup Pintu Masuk Bagi Warga Negara Afrika