Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Kata-kata Terakhir Rayan Bocah Maroko Sebelum Meninggal: Tolong, Angkat Saya
JAKARTA (INDOVIZKA) - Rayan Awram, anak laki-laki yang terperangkap di sebuah sumur di Maroko utara selama lima hari akhirnya meninggal sebelum tim berhasil menyelamatkannya. Pada Sabtu malam, jenazah Rayan berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.
Dilansir dari Reuters, seorang kerabat laki-laki Rayan mengatakan bahwa keluarga itu pertama kali menyadari bahwa dia hilang ketika mereka mendengar tangisan dengan bunyi yang samar. Keluarga pun mencari Rayan berbekal lampu di telepon genggam.
Saat itu, Rayan masih bisa menangis. "Dia menangis sambil berkata angkat saya," kata kerabat tersebut.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Rayan, berusia 5 tahun, jatuh ke dalam sumur di desanya Ighran di perbukitan dekat Chefchaouen pada hari Selasa. Tim penyelamatan diterjunkan besar-besaran untuk menyelamatkan nyawanya.
Ia jatuh ke sumur sedalam 32 meter, dengan lebar hanya 45 sentimeter. Sempitnya sumur menyebabkan tim kesulitan turun langsung ke dalam sumur.
Tim penyelamat akhirnya berhasil menemukan Rayan pada Sabtu malam, meski ia tak berhasil diselamatkan. Tim dengan hati-hati membuat terowongan horizontal ke dalam sumur.
Dalam rekaman di media sosial, terlihat ratusan petugas penyelamat yang putus asa dan penonton yang berkumpul di lokasi. Mereka menyorotkan senter ponsel ke udara.
Kisah Rayan menarik perhatian seluruh negara termasuk Raja Mohammed. Ia mengirim belasungkawa kepada orang tua Rayan, menurut media pemerintah setempat.
Sumur tempat Rayan jatuh terletak di daerah berbukit di sekitar Chefchaouen yang sangat dingin di musim dingin. Penyelamat telah berusaha untuk menjaga anak itu tetap hidup dengan menurunkan makanan, air dan oksigen melalui tabung.
Pada jam-jam terakhir upaya penyelamatan, para pekerja harus bergerak dengan sangat hati-hati saat mereka berusaha menggali tanah dan bebatuan ke tempat Rayan terbaring.
Mereka akhirnya dapat mengakses sumur pada Sabtu malam, dan membawa tubuhnya ke mobil ambulans yang telah menunggu.
Kisah penyelamatan Rayan, diikuti oleh masyarakat Maroko di seluruh negeri. "Saya sangat sedih mengetahui Rayan telah meninggal. Turut berduka cita untuk orang tua," kata Abderrahim Sabihi, warga Rabat yang mengikuti upaya penyelamatan dari sebuah kafe.
.png)

Berita Lainnya
Anies Baswedan Diangkat Menjadi Anggota Dewan University of Oxford
PBB Hapus Ganja dari Obat Berbahaya, Restui Penggunaan Medis
Total Kasus Corona Lampaui 236 Ribu, India Geser Italia
Ini selebrasi Zabaleta andai jebol gawang MU
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Mafirion: Momentum Perkuat Kepemimpinan Global
Banjir Jabodetabek Disorot Media Asing
Thailand Bakal Bagi-bagi 1 Juta Pohon Ganja ke Rumah-rumah
Rapat DPR dan Menkum HAM, makin malam makin panas
Perusahaan PDG Asal Singapur Akan Bangun Data Center Rp 15 Triliun di Batam
Gawat! Jepang Warning Warga di RI, Ada Apa?
Natuna Memanas, Berikut Kekuatan Militer Indonesia dan China
Polda Sulsel klaim kasus korupsi ditangani meningkat