Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Bea Cukai Imbau Masyarakat Hindari Vape Ilegal
JAKARTA (INDOVIZKA) - Bea Cukai menghimbau kepada masyarakat agar selalu update terkait barang apa saja yang termasuk barang kena cukai (BKC), salah satunya vape.
Vape dikenakan cukai karena terbuat dari bahan kena cukai, yaitu tembakau.
Produk hasil tembakau ini memiliki banyak jenis dipasaran diantaranya rokok/sigaret, cerutu, tembakau iris, dan lainnya yang masuk dalam kategori hasil pengolahan tembakau lainnya atau HPTL.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 146 tahun 2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau menetapkan bahwa produk HPTL meliputi ekstrak/esens tembakau, tembakau molases, tembakau hirup, dan tembakau kunyah.
Kepala Seksi Kepatuhan Pengusaha BKC Kantor Pusat Bea Cukai, Achmad Sandri menerangkan bahwa vape dikenakan cukai karena mengandung nikotin yang berasal dari ekstrak dan esens tembakau sehingga termasuk ke dalam kategori produk HPTL.
"Vape yang masuk ke Indonesia pada tahun 2012 baru dilegalkan oleh pemerintah pada 2018. Sehingga pada tahun 2018, pengguna vape harus membayar pajak melalui cukai hasil tembakau yang terdapat pada liquid vape," terang Sandri.
Kriteria barang kena cukai dijelaskan oleh Sandri, yaitu konsumsi perlu dikendalikan, peredaran perlu diawasi, menimbulkan dampak negatif, serta pembebanan demi keadilan dan keseimbangan. Pengguna vape yang terus meningkat membuat pemerintah harus mengendalikan dan mengawasi konsumsi dan peredarannya.
Sehingga dengan dikenakannya tarif cukai pada vape, masyarakat dihimbau untuk menghindari mengonsumsi ataupun menjual liquid vape ilegal yaitu jika tidak dilekati pita cukai.
"Vape yang legal dan aman untuk dikonsumsi masyarakat yaitu yang dilekati pita cukai pada tutup botol liquid nya," ujar Sandri.
Sandri menegaskan bahwa pungutan cukai berbeda dengan pungutan lain, karena hasil dari pungutan tersebut dapat dimanfaatkan untuk masyarakat, seperti peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, serta pemberantasan barang kena cukai ilegal.
Oleh karena itu, Sandri berharap supaya masyarakat dan pengusaha mengerti perbedaan dan manfaat dari membeli dan menjual vape yang legal dengan dilekati pita cukai. Selain itu, diimbau kepada masyarakat yang menemukan pelanggaran terkait cukai, agar dapat langsung melaporkan ke kantor Bea Cukai terdekat atau menghubungi layanan Bravo Bea Cukai ke nomor 1500225.
.png)

Berita Lainnya
Abdul Wahid Minta Subsidi Listrik dan Gas LPG 3 Kg Ditingkatkan dalam Neraca APBN 2021
Habib Bahar Kirim Surat dari Penjara: Darahku Mendidih Mendengar Habib Rizieq Ditahan
Jam Kerja ASN Selama Ramadhan Hingga Pukul Tiga Sore
Polisi Selidiki Penyebar Selebaran Hina Nabi Muhammad dan TNI-Polri
Tim Pakar Covid-19 Ungkap Alasan Pemerintah Belum Lockdown
PBNU: Pemerintah Jangan Lembek Pertahankan Wilayah Perairan Natuna
Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajai'un, Belum Usai Pandemi Melanda Negeri, Kini Ibu Pertiwi Dibuat Duka Lagi...
Warga Divonis Positif Covid-19 Padahal Belum Tes PCR, Ini Penjelasan Kemenkes
Iuran BPJS Kesehatan per Agustus 2022. Cek Infonya di Sini
Ibu Hamil Buruan Cek Rekening! BLT Mulai Cair Lagi
Belum Lulus Uji Coba, RI Sudah Bayar DP Vaksin China Rp 507 M
Riau Tidak Ada Peningkatan Kasus Covid-19 Sejak Presiden Bolehkan Buka Masker