Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Gunung Semeru Erupsi, Airnav Pastikan Navigasi Penerbangan Aman
JAKARTA (INDOVIZKA) - Airnav Indonesia mengeluarkan update terkait dampak erupsi Gunung Semeru terhadap operasional penerbangan. International NOTAM Office AirNav Indonesia telah merilis 3 buah ASH NOTAM (ASHTAM) terkait aktivitas erupsi Gunung Semeru.
ASHTAM 2169 dengan sumber dari VAWR menerangkan bahwa erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 4 Desember 2021 pukul 09.48 UTC / 16.48 WIB berstatus Red Alert.
Terkait detail abu vulkanik, ketinggian dari permukaan tanah – Flight Level F500 (pengamatan pada pukul 09.30 UTC / 16.30 WIB), bergerak ke arah Barat Daya dengan kecepatan 50 knot.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Kemudian ASHTAM 2170, dengan sumber VAWR juga menerangkan bahwa erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 4 Desember 2021 pukul 09.40 UTC / 16.40 WIB berstatus Red Alert, dengan kondisi serupa dari abu vulkanik.
"Hasil pilot report terhadap pesawat Wings Air yang melintas menuju Denpasar bahwa debu vulkanik tidak dapat terlihat mengingat kondisi tertutup awan yang tebal begitu juga pengamatan dari Tower Abdul Rachman Saleh," ungkap Airnav Indonesia, dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Sabtu (4/12).
"Sampai berita ini disampaikan (4/12/2021) pukul 17.30 WIB, tidak ada dampak signifikan aktivitas erupsi Gunung Semeru terhadap operasional pelayanan navigasi penerbangan oleh AirNav Indonesia, baik di Cabang Surabaya, Cabang Denpasar, Cabang Semarang, Cabang Yogyakarta maupun Cabang Solo," terangnya.
Meskipun tidak ada dampak signifikan, AirNav Indonesia tetap melakukan beberapa langkah antisipasi, yaitu AirNav Indonesia Cabang Surabaya dengan ACC MATSC dan JATSC serta Cabang Denpasar untuk sementara waktu menyarankan tidak melawati jalur penerbangan selatan Surabaya, yaitu W-33/South of SBR.
Upaya antisipasi lainnya adalah berkoordinasi dengan pihak Bandara Abdul Rachman Saleh dan Bandara Juanda untuk melakukan Paper Test, yang saat ini sedang dipersiapkan.
"Saat ini hasil koordinasi semua pesawat yang menuju wilayah Timur Indonesia, yaitu Denpasar, Lombok dan Kupang dan sebaliknya dilewatkan ke arah Utara Surabaya," jelas Airnav Indonesia.
"AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan stakeholder penerbangan terkait dan bersiaga terkait perkembangan aktivitas erupsi Gunung Semeru yang berpotensi mempengaruhi kegiatan operasional penerbangan," imbuhnya.
.png)

Berita Lainnya
Gara-gara Indonesia Tak Ekspor Minyak Goreng, India Panik dan Malaysia Kewalahan
Aturan Direvisi, Jokowi Teken Perpres Baru Kartu Prakerja
BPJS Kesehatan jadi Syarat Wajib Jual Beli Tanah, Ini Penjelasan Dirut Ali Ghufron
Akhir Maret, 17 Juta Keluarga Bakal Terima Bantuan Pangan Non Tunai
Kontribusi PMRJ, Komjen Pol Gatot Edy Bagikan 3000 Alquran
KPK Siapkan 4 Isu Prioritas untuk Tahun 2022
Bebaskan Napi Koruptor Dengan Kedok Corona, Dinilai Kejahatan Baru
Penasaran Berapa Gaji Kapolda, Kapolres, hingga Kapolsek?
Usulan Calon Kapolri Diserahkan Mensesneg, DPR akan Panggil Listyo Sigit Pekan Depan
Data Ganda Penerima Bansos Mencapai 21 Juta Lebih
Ditemukan Mutasi Virus Covid-19 Asal India dan Afrika Selatan, DPR: Kedepankan Protokol Kesehatan
Mahfud MD: Kedudukan MUI Kokoh, Tak Mudah Dibubarkan