Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Strategi Dirut PLN Darmawan Prasodjo Kelola Utang Perusahaan Rp50 Triliun
JAKARTA (INDOVIZKA) - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero), Darmawan Prasodjo angkat bicara terkait strategi restrukturisasi utang perusahaan. Sejauh ini, dia menyebut pengelolaan utang telah dilakukan dengan baik.
Darmawan menyebut bahwa tingkat utang PLN telah turun sebesar Rp50 triliun. Selanjutnya, utang yang telah jatuh tempo akan dilakukan refinancing.
"Utang yang dalam jatuh tempo akan kita lakukan refinancing. Investasi kedepannya (akan dilakukan) IRR (Internal Rate of Return) yang baik," katanya kepada wartawan, Senin (6/12).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
"Jadi lebih besar IRR daripada cost of fund. Kita efisiensi sehingga nanti kondisi keuangan PLN bisa lebih baik," tambahnya.
Pria yang akrab disapa Darmo itu mengatakan, saat ini pihaknya masih akan memetakan rencana tersebut, namun strategi yang akan diambil sudah jelas. "Dalam meningkatkan financial reability harus dikelola dengan baik, revenue ditingkstkan dan cost diturunkan," katanya.
Sementara itu mengenai rencana investasi pada 2022 mendatang, Darmo mengatakan hal itu masih dibahas. "Saat ini masih dibahas. RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) masih finalisasi," kata Darmawan Prasodjo.
Jadi Perusahaan Lebih Kokoh
Pada kesempatan itu juga Darmawan menyebut, Menteri Erick menginginkan PLN menjadi perusahaan yang lebih kokoh. Hal ini melanjutkan proses transformasi dan transisi di tubuh PLN yang berjalan dengan baik dan perlu dilanjutkan.
Contohnya adanya pengelolaan utang, pengelolaan capital expenditure, pengelolaan revenue yang harus terus dijalankan dan dilanjutkan. Dengan begitu, PLN bisa bertransformasi dan bertransisi dari perusahaan yang saat ini menjadi perusahaan yang berorientasi pada masa depan.
"Artinya adalah kehadiran dari Menteri BUMN memberi tugas kepada PLN agar kedepan jauh lebih kokoh sehingga dalam menjalankan tugas dari pemerintah yaitu menerangi seluruh negeri ini bisa dilakukan lebih baik lagi," tutup Darmawan Prasodjo.
.png)

Berita Lainnya
Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
Penerimaan CPNS Tidak Ada Selama 2 Tahun
GPI Polisikan Jhoni Allen dan Darmizal Atas Pelanggaran Prokes di KLB Sibolangit
Gempa Berkekuatan 3,2 Magnitudo Guncang Aceh Singkil
Meski Dijaga 1.400 Personel Gabungan, Ibu-ibu Simpatisan HRS Tetap Memaksa Masuk Pengadilan
PPK Pembangunan Turap Danau Tajwid Diperiksa Jaksa
THR PNS Bisa Cair Mulai Besok, 28 April 2021
Akses ke Monas Ditutup, Massa Reuni 212 Tertahan di Thamrin
Golkar Desak Terbitkan PP Perlindungan WNI yang Jadi ABK
Sebanyak 5.816 Orang Siap Menjadi Relawan Covid-19
Program MBG Investasi Strategis dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional
Kamu Termasuk Penerima Bansos Rp300 Ribu? Buruan Cek di dtks.kemensos.go.id