Pilihan
Akses ke Monas Ditutup, Massa Reuni 212 Tertahan di Thamrin
JAKARTA (INDOVIZKA) - Polisi telah menutup akses ke jalan sekitaran Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Hal itu untuk mencegah massa Reuni 212 yang tetap ngotot menggelar aksi, Kamis (2/12).
Pantauan Liputan6.com di lapangan, massa yang didominasi mengenakan pakaian serba putih tertahan di jalan sekitaran Thamrin. Mereka diminta bubar oleh polisi.
Sebagian dari massa ada yang berhasil masuk ke sekitar Jalan Medan Merdeka Barat, lokasi yang rencananya dijadikan tempat aksi. Namun mereka langsung diminta meninggalkan lokasi.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Kini massa tengah menunggu komando koordinator lapangan. Konsentrasi massa terpecah di sejumlah sudut sekitaran Thamrin.
Mobil komando aksi saat ini tengah berada di sekitaran Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Sanksi Pidana
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengancam menindak tegas massa yang ngotot hadir kegiatan reuni 212.
Zulpan menyebut, kegiatan reuni tidak mengantongi izin. Zulpan menyatakan, apabila ada kelompok tertentu yang tetap maksa ingin melakukan kegiatan maka akan diberikan sanksi pidana.
"Itu sudah dikategorikan pelanggaran hukum," kata dia di Polda Metro Jaya, Kamis pagi.
Zulpan menyebut, mereka yang ngotot aksi akan disangkakan Pasal 212, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP. Saksi itu diberikan kepada semua orang yang terlibat kegiatan.
Zulpan menyatakan, kepolisian akan memeriksa pihak panitia penyelenggara sebagai orang yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.
"Itu akan dikenakan sanksi pidana. Apalagi steering comite panitia pelaksana penanggung jawab yang mengarahkan orang ke dana itu pasti ini lagi lebih dianggap bertanggung jawab," ujar dia.
Hanya Pengalihan Arus
Polisi mengaku tidak ada persiapan khusus mengantisipasi kegiatan reuni tahunan 212. Zulpan menyampaikan, aparat keamanan yang dikerahkan hanya mengantisipasi adanya kerumunan di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.
Zulpan menjelaskan, personel yang bertugas sebatas menjaga arus lalu lintas. Diakuinya, pihaknya memang menyiapkan skenario pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
"Di seputaran wilayah itu memang ada pengalihan arus lalu lintas. Jadi tidak ada hal yang khusus perkuatan tidak ada hanya kegiatan rutin saja yang dilakukan anggota di lapangan," kata dia.
Zulpan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Meski, terdapat sejumlah ruas jalan yang dialihkan dampak dari rencana kegiatan reuni tahunan tersebut.
Zulpan mengatakan, Polda Metro berkomitmen memberikan pelayanan masyarakat khususnya pada bidang lalu lintas.
"Jadi saya imbau masyarakat biasa saja tidak ada apa-apa aman-aman saja. Aktivitas normal hanya itu saja mohon maaf kalau akibat pengalihan arus ini jadi berputar ya," tandas dia.
.png)

Berita Lainnya
Nikmati Promo Ramadhan Berkah PLN, Tambah Daya untuk Rumah Ibadah Hanya Rp 150 Ribu
Guru Tak Masuk Formasi CPNS 2021, PGRI: Aneh, Kebijakan Ini Dasarnya Apa?
Saat Covid-19, INDEF: Mudik Lebaran Tak Mampu Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Usai Ikuti Konpres Walikota Bogor, Belasan Wartawan Bogor Berstatus ODP Virus Corona
Kembali Diperpanjang, Seluruh Provinsi Akan Terapkan PPKM Mikro
Indonesia Menuju Pucuk Kepemimpinan Dewan HAM PBB, DPR Ingatkan Reformasi HAM Nasional
Terdeteksi Berada di Hong Kong, Polri Terus Buru Jozeph Paul Zhang
Terawan Klaim Vaksin Nusantara Kebal Covid-19, PB IDI Meradang
JK Prediksi April Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tembus Angka 2 Juta
Cegah Karhutla, Pemerintah Rekayasan Hujan untuk Basahi Gambut Riau Saat Idul Fitri
Tinggal Tunggu Figur Menteri, DPR Optimis Peleburan Kemendikbud Riset Efektif
Jokowi Izinkan Pemda Utang ke Pusat Tangani Covid-19