Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Tim Advokasi Vaksin IDI Dukung Vaksinasi untuk Anak 6-11 Tahun
JAKARTA (INDOVIZKA) - Tim Advokasi Vaksin Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyambut positif langkah pemerintah dalam memberikan vaksin Covid-19 untuk anak umur 6 tahun hingga 11 tahun.
"Kami menyambut positif rencana pemerintah mulai memberikan vaksin Covid-19 kepada anak umur 6 tahun hingga 11 tahun," ujar Tim Advokasi Vaksin Covid-19 Pengurus Besar IDI, Soejatmiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/12).
Meski begitu, dia mengingatkan pemerintah tetap memprioritaskan vaksinasi pada lansia dan usia produktif. Karena hingga kini cakupan masih belum optimal, padahal risiko kematian kelompok tersebut jauh lebih tinggi.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
"Oleh karena itu, vaksinasi umur 6 tahun-11 tahun dimulai di kabupaten dan kota yang cakupan imunisasi satu kali usia produktif minimal 70 persen dan lansia minimal 60 persen," ujarnya.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan merencanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun akan dimulai pada Selasa, 14 Desember 2021, dengan pelaksanaan bertahap dimulai dari provinsi dan kabupaten/kota dengan kriteria cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia di atas 60 persen.
Terkait keamanan vaksin yang akan digunakan bagi anak usia 6-11 tahun, Miko menyebutkan bahwa vaksin tersebut aman dan bermanfaat.
Menurutnya, vaksin telah melalui berbagai uji klinis, mendapatkan EUA ( dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta telah melalui kajian ITAGI.
"Vaksin ini aman dan dapat merangsang kekebalan terhadap Covid-19 berdasarkan hasil uji klinik pada kelompok umur tersebut di Cina yang telah dipublikasi di jurnal ilmiah dan telah dikaji dengan teliti oleh BPOM dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI),” tambah dia.
Ia juga menjelaskan bahwa efek samping atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sangat jarang dan tidak berbahaya. Beberapa efek samping tersebut, di antaranya nyeri di bekas suntikan, bengkak, demam, pusing, lesu, yang akan hilang dalam satu hari hingga dua hari.
"Kalau demam, beri obat demam, banyak minum. Kalau nyeri, bisa diberikan obat nyeri atau di kompres, kemudian istirahat," imbuh dia.
.png)

Berita Lainnya
Ingat! Ini Bahaya Memasang Masker di Dagu
Hati-hati, Ini Risiko Main Ponsel Sebelum Tidur
Update Covid-19 Riau: Tambah 66 Kasus, 42 Sembuh dan 5 Pasien Meninggal Dunia
Dinkes Inhil : Stunting Bisa Jadi Ancaman Serius Bagi Masa Depan Anak
Ilmuwan Italia Klaim Temukan Vaksin Corona Pertama di Dunia
Omicron Melonjak, Epidemiolog Wanti-Wanti Potensi Terjadi Long Covid
Tiga Warga Dinyatakan Positif, Inhil Tambah Daftar Panjang Kasus Covid-19
Air Kelapa untuk Asam Lambung, Apakah Bisa?
Dinkes Inhil Jabarkan Peran Penting Posyandu
Stop Minum Air Kelapa! 4 Kondisi ini Bisa Bahayakan Kesehatan dengan Kondisi Tertentu
Dinkes Inhil Berikan Tips Menyajikan Protein Hewani yang Sehat dan Variatif
Pemko Pekanbaru Tunggu Arahan Pusat Terkait Pencabutan Status Pandemi Covid-19