Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,5 Persen di 2022
JAKARTA (INDOVIZKA) - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu tumbuh di atas 5 persen pada tahun 2022. Yakni, mencapai mencapai 5,5 persen.
"Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 bisa mencapai 4,7 sampai 5,5 persen," katanya dalam webinar Indonesia-Southern China Business Forum 2021, Jakarta, Kamis (23/12).
Destry menerangkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi tinggi di tahun depan tersebut didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global. Hal ini berdampak pada kinerja ekspor Indonesia yang tetap kuat di 2022.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
"Kemudian, kenaikan sejumlah komoditas penting juga akan berdampak positif pada ekonomi Indonesia," ujarnya.
Sementara dari sentimen dalam negeri, meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi diprediksi menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022. Kemudian, kinerja investasi juga diyakini bisa lebih baik dari tahun lalu setelah adanya sejumlah insentif untuk meningkatkan minat investor menanamkan modalnya di Indonesia.
"Seperti melalui Undang-Undang Cipta Kerja proses perizinan investasi di Indonesia menjadi lebih mudah," contohnya.
Selanjutnya, kian membaiknya kinerja sektor manufaktur juga diyakini berkontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun depan. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur pada bulan November 2021 tercatat berada di level 53,9.
"PMI ini berada di zona ekspansif," terangnya.
Terakhir, terus melandasinya kasus harian Covid-19 di Indonesia juga telah meningkatkan mobilitas masyarakat ke level sebelum pandemi Covid-19. Hal ini didukung oleh akselerasi vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan.
"Sinergi kebijakan yang erat dan kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi domestik di tahun 2022," tutupnya.
.png)

Berita Lainnya
Warga Mengeluh Sulit Dapat Gas LPJ 3 Kg, DPRD Pekanbaru Sebut Disperindag dan Pertamina Harus Tanggungjawab
PT APGWI Serahkan Hewan Qurban kepada Masyarakat Sekitar Daerah Operasi
Kemenkeu Blokir Sementara Anggaran Kementerian/Lembaga Rp39 Triliun, Kenapa?
Gaji ASN Naik di 2024, Ini Kata Menteri Keuangan
LPG 3Kg Langka, Disdagtrin Inhil Belum Tahu Penyebabnya
Harga Telur Makin Melambung di Pekanbaru
Ditjen Pajak Pastikan Pengenaan PPN Tidak untuk Sembako di Pasar Tradisional
Masyarakat Keluhkan Minyak Goreng Rp14.000 per Liter Sulit Didapat
Pertalite Harusnya Dijual Rp 11.000 Bukan Rp 7.650, Apa Kata Ahok?
Jika Boleh Impor Sendiri, Bupati Jamin Harga Gula Pasir Rp 11 Ribu Perkilogram
Harga LPG Rumah Tangga Naik Lagi Mulai Hari ini
HIPMI Inhil Dukung Kebijakan Pemerintah Subsidi Harga Minyak Goreng Curah