Dicegah Membelot ke Meta, Insinyur di Apple Terima Bonus hingga Rp 2,6 Miliar


JAKARTA (INDOVIZKA) - Apple telah mengeluarkan bonus saham yang tidak biasa kepada beberapa insinyur dalam upayanya mempertahankan talenta yang dimiliki, dan mencegah pembelotan ke pesaing seperti pemilik Facebook, Meta. Kabar tersebut muncul pekan lalu, di mana perusahaan memberitahukan beberapa insinyur yang bekerja.

Bonus yang diberikan Apple kepada karyawannya berkisar antara US$ 50 ribu (Rp 720 juta) hingga US$ 180 ribu (Rp 2,6 miliar). “Banyak insinyur menerima jumlah sekitar US$ 80 ribu (Rp 1,1 miliar), US$ 100 (Rp 1,4 miliar), atau US$ 120 ribu (Rp 1,7 miliar) dalam bentuk saham,” kata orang-orang, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena program internal tersebut, pada Rabu, 29 Desember 2021.

Bonus diberikan oleh para manajer perusahaan yang dipimpin Tim Cook sebagai hadiah bagi mereka yang berkinerja tinggi. Namun, ketika dimintai konfirmasinya, seorang perwakilan dari perusahaan yang berbasis di Cupertino, Amerika Serikat, itu menolak berkomentar.

Apple melancarkan perang bakat dengan perusahaan lain di Silicon Valley dengan Meta muncul sebagai ancaman khusus. Meta telah mempekerjakan sekitar 100 insinyur dari Apple dalam beberapa bulan terakhir, tapi Apple juga telah membajak karyawan kunci Meta. 

Kedua perusahaan kemungkinan akan menjadi saingan sengit dalam hal teknologi augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan jam tangan pintar. Karena keduanya telah merencanakan peluncuran perangkat keras utama tersebut selama dua tahun ke depan.

Namun, bonus tersebut memang bukan bagian dari paket kompensasi normal, yang mencakup gaji pokok, unit saham, dan bonus tunai. Apple terkadang memberikan bonus uang tunai tambahan kepada karyawan, tapi ukuran hibah saham terbaru tidak biasa dan waktunya pun mengejutkan. Perusahaan memberikannya kepada 10-20 persen insinyur di divisi yang berlaku. 

Program bonus telah membuat jengkel beberapa insinyur yang tidak menerima pembagian dan percaya bahwa proses pemilihan itu sewenang-wenang. Nilai beberapa bonus sama dengan hibah saham tahunan yang diberikan kepada beberapa manajer teknik. Dan nilainya akan meningkat jika harga saham Apple terus naik.

Meta, sementara itu, telah meningkatkan upaya untuk menangkap bakat teknik dari divisi AR, kecerdasan buatan (AI), perangkat lunak, dan rekayasa perangkat keras Apple. Raksasa media sosial, yang mengoperasikan Facebook, Instagram, dan WhatsApp, itu telah mengumumkan kenaikan gaji yang signifikan karena tampaknya akan fokus kembali pada perangkat keras dan apa yang disebut metaverse. 

Pengurangan bakat juga melanda area lain, termasuk tim mobil otonom (self-driving) Apple. Perusahaan perlu mempertahankan kecakapan tekniknya karena bekerja pada beberapa perangkat generasi berikutnya, termasuk mobil, headset VR dan AR, serta versi baru dari iPhone yang akan datang. 

Pada saat yang sama, Apple juga karyawannya untuk kembali bekerja ke kantor yang mengejutkan, dan mengarah ke pembelotan. Apple mengatakan mereka mengharapkan karyawan bekerja dari kantor setidaknya tiga hari per minggu, sementara insinyur perangkat keras akan diminta untuk masuk empat atau lima hari seminggu.

Meta dan perusahaan lain berniat untuk lebih longgar dengan kebijakan mereka. Tetapi Apple mengakui bulan ini bahwa para pekerja kemungkinan akan tinggal di rumah di masa mendatang. Setelah membatalkan tenggat waktu kembali bekerja di kantor, Apple mengatakan akan mengeluarkan bonus US$ 1.000 (Rp 14,4 juta) kepada semua karyawan perusahaan, ritel, dan dukungan teknis.






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar