Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Waspada Selancar Internet, Begini Ciri-ciri Situs Berbahaya
JAKARTA (INDOVIZKA) - Semakin hari teknologi terasa semakin lebih maju saja. Dengan kemajuan teknologi dan akses Internet yang semakin mudah, inovasi-inovasi lainnya pun turut lahir. Namun dengan kemudahan tersebut tak jarang malah memberikan kesempatan bagi mereka yang punya niat jahat. Misalnya seperti penipuan online hingga situs abal-abal yang membahayakan.
Kejahatan internet tersebut merupakan ancaman bagi para pengguna. Sebab berselancar didunia maya, baik untuk mencari informasi atau hiburan merupakan kebiasaan yang sudah melekat bagi sebagian manusia. Karena itu, untuk berselancar dengan nyaman, pengguna perlu mengetahui situs-situs yang kredibel dan aman.
Untuk mengatasi web abal-abal saat berselancar di dunia internet, Google menyediakan layanan untuk mengelola peringatan situs tidak aman tersebut. Nantinya, pengguna akan melihat peringatan jika konten yang ingin diakses berbahaya atau berisi penipuan. Situs ini sering disebut situs "phishing" atau "malware".
Untuk terhindar dari situs berbahaya tersebut, kita bisa mengaktifkan deteksi phishing dan malware secara default. Jika diaktifkan, pengguna bisa melihat pesan peringatan. Jika Anda melihat salah satu pesan ini, sebaiknya jangan membuka situs tersebut.
Dari situs support.google.com ada beberapa ciri situs phising atau malware. Pertama yaitu situs yang malware biasanya saat dibuka pengguna akan diarahkan untuk mencoba menginstal software berbahaya.
Kedua yaitu halaman situs mencoba memuat skrip dari sumber yang tidak diautentikasi atau tidak aman.
Selanjutnya, tanda situs tersebut tidak kredibel adalah situs web tersebut menggunakan nama domain yang meniru situs terkenal, menggunakan tanda hubung, ataupun simbol-simbol yang tak lazim.
Ciri berikutnya yaitu menggunakan kalimat yang aneh dan tidak bisa dipercaya. Misalnya saat membuka web tersebut, isi web cenderung menggunakan bahasa yang aneh, kalimat yang buruk, hingga ada kata-kata yang hilang.
Situs abal-abal juga ditandai dengan banyaknya iklan yang memenuhi halaman situs. Biasanya iklan tersebut akan mengarahkan pengguna ke situs lain, serta iklan berisi kata-kata atau gambar yang menjurus ke arah seksual.
.png)

Berita Lainnya
Bupati Wardan Tinjau Dua Lokasi Longsor di Tembilahan Hulu
Pakar Siber soal Data BI Bocor: Tidak Hanya Cabang Bengkulu, Tetapi di 20 Kota Lain
Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Gubri Berharap Tol Pekanbaru Dumai Segera Diresmikan
Mulai September, HP Android Ini Tidak Bisa Buka Gmail dan YouTube
Tantangan 5G Perlu Segera Diselesaikan
Disdagtrin Inhil dan Agen Bahas Kuota dan Pendistribusian Gas LPG 3 Kilo
5 Cara Meningkatkan Keamanan Digital di iPhone
PWI Riau Sembelih 4 Ekor Sapi dan 4 Ekor Kambing pada Idul Adha 1441 H Tahun Ini
Realisasi APBD Riau 2020 Rendah Dibanding 2019, Ini Alasannya
Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, DPTPHP Inhil Lakukan Pemeriksaan
Gara-gara 'Work From Home', PNS Terancam Diberhentian Massal
Pakar Siber soal Data BI Bocor: Tidak Hanya Cabang Bengkulu, Tetapi di 20 Kota Lain