Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Resolusi 2022 Menurunkan Berat Badan, Lupakan Makanan Ini
JAKARTA (INDOVIZKA) - Jika salah satu tujuan di 2022 adalah menurunkan berat badan, Anda memerlukan beberapa persiapan agar diet berhasil. Pola makan bisa berbeda untuk setiap orang. Beberapa makanan mungkin dapat menyebabkan kenaikan berat badan bagi si A, tapi tidak untuk si B.
Namun, ada makanan tertentu yang dapat memiliki efek berbahaya pada diet. Jika memiliki resolusi diet pada 2022, berikut empat makanan yang harus dihindari, seperti dikutip dari dari Eat This, Not That.
Roti terigu
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
Roti putih dari terigu merupakan karbohidrat olahan yang dapat dengan cepat menggagalkan tujuan menurunkan berat badan. Meski enak, roti putih tidak membantu tetap kenyang. Anda akan terus makan lebih banyak kalori namun tidak kenyang. Hal itu akan menambah berat badan. Karena itu, lebih baik memilih roti gandum untuk mencegah penambahan berat badan pada 2022.
Gorengan
Anda harus membatasi makanan yang digoreng dengan minyak jika ingin menurunkan berat badan. Makanan yang digoreng umumnya tinggi kalori dan jika mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar, ini sudah pasti akan meningkatkan berat badan. Dalam sebuah penelitian ditemukan konsumsi makanan yang digoreng dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan atau obesitas yang lebih tinggi. Studi lain dari British Medical Journal menemukan sangat penting bagi yang memiliki kecenderungan genetik untuk membatasi konsumsi makanan yang digoreng.
Pengganti gula
Menurut ahli diet Janet Coleman, pengganti gula bisa mengganggu ketika mencoba menurunkan beberapa kilogram meskipun secara teknis bebas kalori. Penelitian telah menunjukkan pengganti gula benar-benar dapat mendorong penambahan berat badan karena efeknya pada sensitivitas insulin.
Makanan rendah serat
Anda harus menghindari makanan yang rendah serat, seperti roti putih, kue beras, keripik kentang, dan makanan nongandum lain. Makanan jenis ini dapat berkontribusi pada penambahan berat badan dalam beberapa cara. Konsumsi serat larut, misalnya smoothie sayuran, memperlambat pengosongan lambung. Hal itu membuat kenyang lebih lama sehingga Anda cenderung tidak makan berlebihan saat makan berikutnya.
Jenis serat yang penting untuk menurunkan berat badan disebut pati resisten. Jenis serat ini menahan pencernaan saat berjalan di sepanjang usus dan setelah mencapai usus besar difermentasi oleh bakteri di sana. Proses fermentasi ini melepaskan produk sampingan yang meningkatkan respons insulin tubuh, yang pada akhirnya mengurangi lemak yang disimpan di sekitar pinggang.
.png)

Berita Lainnya
Dinkes Inhil Rapat Bersama Pj Ketua TP-PKK Inhil Terkait Persiapan HKG 2024
Cegah Omicron, Pemerintah Beri Booster Kelompok Rentan Mulai Januari 2022
Kemenkes Prioritaskan AstraZeneca Jadi Vaksin Booster
Khasiat Luar Biasa Jantung Pisang, Bisa Menyembuhkan Penyakit Mematikan
Pasien Suspect Corona di Tembilahan Sudah Diperbolehkan Pulang
Ternyata Jus Buah yang Disaring Tidak Baik untuk Anak, Ini Penjelasannya
Lab Biomolekular RSUD Arifin Achmad Periksa 1.317 Sampel Per Hari
Indofarma Pastikan Jual Obat Corona di Bawah Rp 2 Juta
Cegah Varian Omicron, Pemerintah Perketat Pengawasan Pelaku Perjalanan
Cegah Dini Penyakit Polio di Kampar, Hambali Ingin Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat
Lagi, Pasien PDP Asal Reteh Reaktif Dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan
Cegah Corona, RSUD Dumai Tiadakan Jam Besuk