Pilihan
Jokowi Buka Perdagangan Perdana Bursa Saham 2022
JAKARTA (INDOVIZKA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka perdagangan bursa saham 2022, yang ditandai dengan penandatanganan sertifikat peresmian pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2022.
Dia mengatakan, Indonesia harus bersyukur karena kinerja IHSG di tahun 2021 menunjukkan kinerja yang positif. Hal itu terbukti dengan return BEI sebesar 10,1 persen lebih tinggi dibanding negara tetangga, seperti Malaysia, Filipina, dan Singapura.
"Kita patut bersyukur, tadi sudah disampaikan oleh Ketua OJK bahwa di Bursa sekarang ini ada kenaikan IHSG di 2021 dengan return 10,1 persen ini sebuah angka yang lumayan tinggi. Dan kalau dibandingkan dengan Filipina, Malaysia, dan Singapura kita masih yang paling atas," kata Jokowi.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Di mana return IHSG di Singapura sebesar 9,8 persen, Malaysia minus 3,7 persen, bahkan Filipina minus 0,2 persen, sementara Indonesia mencapai 10,1 persen.
Selain itu, jumlah investor pasar modal juga meningkat tajam. Sebagaimana laporan Ketua OJK, di tahun 2017 tercatat 1,1 juta orang. Sedangkan, per hari ini mencapai 7,4 juta investor, yang utamanya investor-investor ritel yang banyak dari kawula muda dan generasi milenial.
"Semuanya masuk, dan kita harapkan ini terus membesar dan akan memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi negara kita," ucapnya.
IPO Perusahaan
Sebelum peresmian oleh Presiden, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan laporan.
Adapun dalam laporannya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto berharap ke depan Bursa Efek Indonesia bisa lebih optimis, dan bisa melanjutkan IPO bagi perusahaan asal Indonesia, seperti Bukalapak yang telah dilakukan IPO tahun lalu.
"Pertama kita dapat Kami laporkan bahwa Bursa depan diharapkan lebih optimis. Kemudian, terkait dengan teknologi tahun kemarin kita sudah bisa melaunch IPO Bukalapak salah satu yang terbesar di Asia sebesar Rp 21,9 triliun ini perlu dilanjutkan," kata Airlangga.
Lebih lanjut, Pemerintah akan tetap melanjutkan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, dan memperkuat persiapan presidensi G20, serta adanya perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) diharapkan bisa mendukung pasar modal.
"Terkait dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional kita lanjutkan, dan terkait dengan presidensi G20 dan berlakunya RCEP perdagangan terbesar di regional diharapkan ini memberikan dukungan kepada pasar modal," tandasnya.
.png)

Berita Lainnya
Hari ini, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp993 Ribu per Gram
Meriahnya Grand Opening Almaz Fried Chicken Ke-29 Sekaligus Outlet Pertama di Batam: Sajikan Ayam Goreng Saudi No.1 di Indonesia
Naik 19,81 Persen, Ekspor Riau Bulan Maret US$ 1,96 Miliar
Bahlil Minta Anak Buahnya Rajin Datangi Investor dan Bantu UMKM
500 Ton Beras Impor Masuk Indonesia, Bulog Jamin Cadangan Beras Pemerintah Aman Hingga Pasca Lebaran
BukaOutlet.com Hadir di Gelaran Bisnis Franchise & Kemitraan Internasional IFRA 2025
Kartu Prakerja Dilanjutkan di Tahun Ini, Airlangga: Semoga Memberi Manfaat
2023 Anggaran Bantuan Logistik Bencana Alam Hanya 500 Juta
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pemkab Kampar Gelar GPM Stabilkan Harga
Bank Indonesia Siapkan Dua Opsi Penyebaran Rupiah Digital
Ini Biang Kerok Harga Gula Mahal
Daftar Barang Untuk Seserahan Pernikahan