Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Penerimaan Pajak Tembus Rp109 Triliun Sepanjang Januari 2022
JAKARTA (INDOVIZKA) - Menteri Keuangan, Sri Mulyani mencatat pendapatan negara melalui pajak sudah mencapai Rp109,11 triliun sepanjang Januari 2022. Jumlah ini tercatat tumbuh 59,39 persen dibanding periode sama tahun lalu yang hanya Rp68,45 triliun.
"Pada Januari ini pajak telah menyetorkan Rp109,11 triliun. Ini prestasi yang sangat baik," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jakarta, Selasa (22/2).
Sumber penerimaan tersebut berasal dari beberapa pos perpajakan negara. Dari PPh non migas tercatat penerimaan sebesar Rp 61,14 triliun atau tumbuh 56,7 persen. Angka ini lebih tinggi dari capaian di Januari 2021 sebesar Rp 39,02 triliun karena mengalami kontraksi 15,75 persen.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
"Ini diargumentasikan Januari tahun lalu basisnya rendah dan pertumbuhan PPH non migas sebagian dari low base effect," kata dia.
Sri Mulyani menilai, kenaikan pendapatan dari PPh non migas mengindikasikan aktivitas yang cukup kuat dan menggambarkan momentum pemulihan ekonomi nasional.
Penerimaan negara dari PPh Migas juga mengalami peningkatan 281,23 persen yakni Rp8,95 triliun dari capaian tahun sebelumnya Rp2,35 persen.
PPn dan PPnBM
Selain itu, penerimaan PPN dan PPnBM juga mengalami pertumbuhan 45,86 persen atau sebesar Rp 38,43 triliun. Lebih tinggi dari capaian Januari 2021 yang hanya mengumpulkan Rp 26,35 triliun atau mengalami kontraksi 14,88 persen.
Sementara itu, penerimaan negara dari PBB dan pajak lainnya masih mengalami kontraksi 20,56 persen. Capaiannya di bulan Januari 2022 hanya Rp 590 miliar, lebih rendah dari capaian tahun lalu yang bisa mencapai Rp 740 miliar.
Meski begitu, kata Sri Mulyani, secara keseluruhan penerimaan negara di bulan Januari sudah sangat kuat. Tercermin dari jumlah penerimaan negara dari non PPh migas yang mencapai Rp100,16 triliun atau mengalami peningkatan 51,51 persen dari tahun sebelumnya.
"Kenaikan ini sesuatu yang kita syukuri dan kita waspadai karena kenaikannya tidak terus menerus berlangsung," kata dia.
.png)

Berita Lainnya
DPMPTSP Pekanbaru Targetkan Investasi 2023 5 Triliun
Dislutkan Inhil Tinjau Kampung Cupang di Pekan Arba
Bulog Riau Siap Gelontorkan 1.200 Ton Beras Tanggap Bencana COVID-19
Airlangga Jamin Pasokan dan Harga Minyak Goreng di Salatiga Tetap Stabil
Gubernur BI Puji Gibran Sebut Pengendalian Inflasi dan Harga Pangan di Solo Berhasil
Harga Minyak Goreng di Inhil Ditetapkan 11 Ribu hingga 14 Ribu Rupiah Perliter
Harga Beras Naik, DPRD Riau Minta Pemprov Segara Lakukan Operasi Pasar
Utang Pemerintah Naik Rp7.861,68 Triliun per 28 Februari 2023
Harga Minyak Goreng dan Makanan Diprediksi Tetap Mahal Hingga Ramadan
Airlangga Jamin Pasokan dan Harga Minyak Goreng di Salatiga Tetap Stabil
Mendag Minta Produsen Salurkan Stok Minyak Goreng Masih Tertahan
Studi Indef: Subsidi Minyak Goreng Kemasan Tidak Tepat Sasaran