Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
5 Kebiasaan Ini Cegah Asam Lambung Naik
JAKARTA (INDOVIZKA) - Asam lambung adalah cairan pencernaan yang mengandung asam klorida (HCL) dan enzim pencernaan. Asam lambung memecah makanan dan membunuh bakteri berbahaya. Namun akan berbahaya jika asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus yang menyebabkan refluks asam lambung.
Dilansir dari Medical New Today, menurut American College of Gastroenterology (ACG), refluks asam lambung menyebabkan penderitanya merasakan sensasi terbakar di dada dan belakang tulang dada. Ketidaknyamanan bisa naik ke kerongkongan. Pada kondisi tertentu mungkin juga mengalami rasa pahit atau asam di mulut.
Normal jika asam lambung naik sesekali pada seseorang. Tetapi jika asam lambung naik terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu mengakibatkan kondisi yang lebih parah yaitu gastroesophageal reflux disease (GERD).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Untuk mencegah kondisi lebih parah lagi, penting untuk mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan. Berikut cara mencegah agar asam lambung tidak naik dikutip dari laman resmi Harvard Medical School:
1. Makan dalam jumlah atau porsi kecil
Penyebab asam lambung naik tidak hanya disebabkan oleh telat makan. Namun, kekenyangan juga akan menyebabkan hal yang sama. Maka dari itu dianjurkan untuk makan tepat waktu dan cobalah makan lebih sering dalam porsi kecil daripada tiga kali makan besar setiap harinya.
2. Menurunkan berat badan
Orang dengan obesitas disebut lebih rentan mengalami naiknya asam lambung. Dikarenakan kelebihan berat badan menyebarkan struktur otot yang mendukung sfingter esofagus (cincin otot di kerongkongan) bagian bawah. Otot ini dapat membuka dan menutup saluran kerongkongan.
Makanan dapat masuk ketika otot ini mengendur sehingga makanan dapat masuk ke kerongkongan menuju lambung. Setelah itu sfingter esofagus kembali menegang dan tertutup.
Namun, pada pengidap penyakit asam lambung, dapat mengurangi tekanan tertutupnya otot ini sehingga menyebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan.
3. Hindari minuman dan makanan mengandung gas
Minuman mengandung gas, seperti soda dapat menimbulkan sendawa. Ketika bersendawa asam lambung akan naik kekerongkongan. Dianjurkan untuk minum air putih dari pada air soda.
Selain minuman, terdapat beberapa jenis buah-buahan dan sayuran mengandung gas seperti singkong, durian, dan buah kering. Dikutip dari laman Rumah Sakit Jakarta Medical Center, bagi penderita asam lambung, hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung gas tinggi dan akan memicu maag kembali dengan cepat,
4. Hindari olahraga berat
Hindari olahraga berat selama beberapa jam setelah makan. Tidak apa-apa jika hanya sekadar berjalan-jalan setelah makan malam. Tetapi olahraga yang berat, terutama terdapat gerakan membungkuk, menyebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan.
5. Hindari tidur setelah makan
Saat berdiri atau duduk, gravitasi membantu asam lambung tetap berada di tempatnya. Dianjurkan untuk selesai makan tiga jam sebelum tidur.
Dikutip dari laman Dinas Kesehatan Batam, langsung tidur setelah makan menyebabkan tekanan di dalam lambung meningkat sehingga makanan dan asam lambung dapat naik kembali ke kerongkongan.
.png)

Berita Lainnya
Tim Advokasi Vaksin IDI Dukung Vaksinasi untuk Anak 6-11 Tahun
Hari Ini 50 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Riau
Hari ini Kasus Covid-19 di Inhil Bertambah 4 Orang
Mulai Maret 2023, Daftar Obat Pasien JKN BPJS Kesehatan Diperbaharui
Corona dan Kabut Asap, Dinkes Riau Minta Pasokan Masker-Vitamin ke Pusat
Jalani New Normal, Ini 10 Vitamin C yang Bikin Tubuh Kuat Hadapi Corona
Virus Corona Terus Bermutasi, Apa Itu Varian AY.4.2 Delta Plus?
Ini Penyebab Tingginya Kasus Kanker Serviks di Indonesia
Hari Ini Kasus Positif Covid-19 di Riau Turun Drastis, 125 Pasien Sembuh
Tak Hanya Olahraga, 4 Makanan Ini Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Kasus Positif Corona di Riau Capai 11.096 Orang, 40 Persen dari Kontak Erat
Pengobatan Tradisional yang Telah Diakui WHO