Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Erick Thohir Sebut BUMN Bikin Minyak Goreng Bermerek INL, Harga Rp 14 Ribu
JAKARTA (INDOVIZKA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan anak usaha holding perkebunan, PT Industri Nabati Lestari, tengah mengembangkan turunan crude palm oil (CPO). Salah satu produknya adalah minyak goreng kemasan ekonomis bermerek INL.
Erick berujar perusahaan pelat merah itu turut berperan dalam penyediaan 1,2 miliar liter minyak goreng kemasan bersubsidi. Adapun minyak goreng produksi BUMN baru dikembangkan saat harga melambung tinggi pada tahun lalu.
“Sesuai yang sudah diarahkan Bapak Presiden (Joko Widodo), Kementerian BUMN dan PTPN (PT Perkebunan Nusantara) melakukan operasi pasar tambahan yang dari target 1,2 juta liter, kami juga akan kontribusi sebagian dari itu, tapi produk mereknya berbeda nanti," ujar Erick dalam keterangannya, Sabtu, 8 Januari 2022.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Erick meninjau operasi pasar minyak goreng di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Operasi pasar ini bertujuan menstabilkan harga setelah minyak goreng kemasan per liter di pasar tradisional menembus lebih dari Rp 20 ribu per liter.
Dia mengklaim produk minyak INL telah sesuai harapan pemerintah lantaran dijual seharga 14 ribu per liter. Minyak goreng tersedia dalam dua kemasan, yakni 450 mililiter (ml) dan 900 ml.
Erick menyebut BUMN harus memanfaatkan momentum dengan mulai mengenalkan kemasan sederhana khusus untuk pasar tradisional dengan brand INL.
"Untuk sementara akan beredar wilayah Medan dan Sumut dulu," ucap Erick.
Erick menambahkan, mulai Januari 2022, BUMN telah memiliki tiga produk minyak dengan segmentasi berbeda. Ketiganya adalah Nusakita 100 persen price index dari market leader (bimoli), Salvaco (92-95 persen price index bimoli), dan kemasan sederhana INL 88 sampai 90 persen price index market leader.
"Kapasitas mesin pengemas baru mulai kita investasi tahun ini dan akan berkembang terus sampai 2023," kata Erick.
Pemerintah akan menyiapkan anggaran Rp 3,6 triliun untuk mensubsidi selisih harga minyak goreng kemasan sederhana hingga enam bulan ke depan. Pemerintah akan memastikan harga minyak goreng terjaga Rp 14 ribu per liter.
“Penyediaan ini disiapkan untuk enam bulan ke depan dan akan dievaluasi pada Mei. Kebijakan dapat diperpanjang,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu.
Airlangga menyatakan selisih harga tersebut sudah dihitung dengan komponen pajak pertambahan nilai atau PPN. Pemerintah menghitung volume minyak goreng yang dibutuhkan oleh masyarakat hingga enam bulan mendatang mencapai 1,2 miliar liter.
.png)

Berita Lainnya
Pertalite di Bawah Harga Keekonomian, Ahok: Sementara Jadi Kerugian Pertamina
Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Harga Kelapa Sawit Kembali Alami Penurunan
Presiden Jokowi Instruksikan 2,6 Juta Warga Indonesia Terima BLT Pengalihan Subsidi BBM
Naik, Harga Kelapa Sawit Mitra Swadaya di Riau Rp 2.451 per Kg
Menko Airlangga Tinjau Pasar Kangkung Pastikan Harga Minyak Goreng Rp14.000
Sri Mulyani Beberkan Pentingnya Forum G20 untuk Perdagangan dan Investasi
MBG Makin Efisien, Sistem Digital Kawal Distribusi dari Hulu ke Hilir
Pekan Ini Harga Pinang di Riau Naik, Kopra Turun
Parah, Rupiah Terseret ke Zona Merah
Pemerintah Telah Gelontorkan PMN Rp 695,6 T Sejak 2005
Digagas Putra Asli Inhil, WINjek Jasa Transportasi Online