Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
BPOM Beri Lampu Hijau Uji Klinik Fase 1 Vaksin Merah Putih Unair
JAKARTA (INDOVIZKA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) memberikan persetujuan uji klinik tahap pertama untuk vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) dengan PT Biotis Pharmaceutical.
"Kami menginformasikan, telah diberikannya persetujuan pelaksanaan uji klinik untuk vaksin Merah Putih," kata Kepala Badan POM, Penny K. Lukito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui youtube Badan POM RI, Senin (7/2).
Vaksin Merah Putih ini menggunakan platform inactivated virus atau virus yang dimatikan. Vaksin Merah Putih merupakan vaksin yang dikembangkan oleh peneliti Indonesia.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
"Kali ini adalah vaksin Merah Putih dengan platform inactivated virus yang dikembangkan oleh Unair dan PT Biotis," ucapnya.
Sebelumnya, Penny mengatakan uji klinik fase pertama vaksin Merah Putih dimulai awal Februari 2022. Tahapan uji klinik ini diperkirakan baru selesai pada Juni 2022. Di bulan yang sama, kemungkinan vaksin Merah Putih sudah bisa mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).
Menurut Penny, pelaksanaan uji klinik fase 3 vaksin Merah Putih bisa paralel dengan uji klinik untuk booster. Uji klinik booster ini bisa dilakukan jika sudah mendapatkan sebagian data uji klinik fase 3 vaksin Merah Putih.
"Kami sudah siapkan untuk segera uji klinik booster dilakukan secara paralel. Jadi nanti setelah data pertengahan sudah didapatkan pada uji klinis fase 3, langsung dilanjutkan dengan uji klinik booster," jelasnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (18/1).
Bibit vaksin Merah Putih telah melalui uji praklinis tahap 1, 2 dan 3 kepada hewan dengan hasil aman dan baik. Bibit vaksin ini akan dilakukan uji klinis tahap 1 kepada 100 orang.
Kemudian diteruskan dengan uji klinis tahap 2 kepada 400 orang. Uji klinis terakhir atau ketiga dilakukan kepada sekitar 1.000 orang.
.png)

Berita Lainnya
5 Hal yang Harus Dilakukan saat Susah Tidur, Jangan Lihat Jam
Hingga 2024, Kasus Stunting di Kecamatan Sungai Batang Terus Meningkat
Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Omicron di Rumah
Bahaya Minum Sambil Berdiri, Bisa Sebabkan Banyak Penyakit
Pemerintah Jokowi kembali buka wacana pindahkan Ibu Kota Indonesia
Ketahui Cara Tepat Agar Masker N95 Dapat Digunakan Kembali
Prevalensi Stunting di Desa Bagan Jaya-Pelangiran Tahun 2024
Dinkes Inhil Jelaskan 6 Cara Untuk Menjaga Mutu dan Keamanan Hasil Olahan Pangan
3 Tahun Terakhir, Kasus Stunting di Kecamatan Tempuling Terus Menurun
Tahun 2024, Kasus Stunting di Kelurahan Tagaraja Menurun
Kuatkan Akreditasi Laboratorium Kesehatan Daerah, Dinkes Inhil Gelar Workshop
Epidemiolog Ungkap 20 Persen Pasien Terjangkit Varian Omicron Butuh Perawatan ICU