Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Awal 2022, Pemerintah Datangkan 15 Mesin Pendeteksi Covid-19 Varian Omicorn
JAKARTA (INDOVIZKA) - Pemerintah akan mendatangkan 15 mesin genome sequencing baru, yang akan disebar ke seluruh di Indonesia. Alat baru ini untuk mendeteksi penyebaran virus covid-19, khususnya varian omicron.
"Kita juga akan mendatangkan 15 mesin genome sequencing baru. Mudah-mudahan di awal tahun depan segera datang, akan kita sebarkan ke seluruh pulau-pulau Indonesia. Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers PPKM, Senin (27/12).
"Agar tes genome sequencing seperti ini menjadi lebih cepat dan juga jaringannya tidak hanya di Jawa saja," lanjutnya.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Menkes Budi menegaskan, pemerintah juga akan menyebarkan teknologi baru untuk tes PCR supaya bisa mendeteksi virus omicron. Pihaknya berencana menyebarkan di seluruh pintu-pintu masuk ke luar negeri.
Adapun di Kementerian Kesehatan konsisten melakukan empat strategi untuk menangani pandemi termasuk omicron. Pertama, penerapan protokol kesehatan atau 3M. Kedua, surveilans atau 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Ketiga, vaksinasi, dan yang keempat adalah terapeutik atau perawatan.
Menkes: Lindungi Masyarakat Indonesia Dengan Tidak Keluar Negeri
Maka, Menkes Budi mengimbau keras agar masyarakat Indonesia tidak bepergian ke luar negeri, untuk mencegah penyebaran virus covid-19 varian baru yaitu omicron.
"Nomor satu, tidak usah pergi ke luar negeri kalau tidak sangat buruk. Karena sekarang sumber penyakitnya ada di sana dan semua orang yang kembali kita lihat banyak yang terkena. Jadi Lindungilah diri kita jangan ke luar negeri," tegas Budi.
Khusus untuk strategi kedua, yaini surveillance atau 3T. Pemerintah akan memperketat karantina masuk dari luar negeri. Kondisi tersebut memang sedikit menyulitkan, namun demi mencegah varian omicron lebih luas lagi dan melindungi 270 juta rakyat Indonesia.
"Kita akan memperketat karantina masuk dari luar negeri. Kalau teman-teman tanya memang menyulitkan, tapi hanya untuk puluhan ribu rakyat kita ya relatif lebih mampu ya memang kemarin jalan keluar negeri. Tetapi kita harus melindungi 270 juta rakyat kita yang sekarang sudah kondisi yang baik," tegasnya.
Dia menegaskan, kedatangan WNI dari luar negeri akan benar-benar diperhatikan. Sebab, 98 persen kasus omicron terjadi karena penyebarannya berasal dari WNI yang pulang dari negeri.
.png)

Berita Lainnya
10 Ciri-ciri Gula Darah Tinggi yang Tidak Boleh Anda Abaikan
Lima Warga Sumsel di Riau Positif Covid-19, Bayi Umur 3 Bulan Baru Pulang dari Medan Juga Tertular
1.143 ODP Pekanbaru Jalani Rapid Test, 8 Hasilnya Positif
Vaksinasi Covid-19 Mampu Proteksi Keparahan Akibat Omicron
PSBB Berakhir, 19 Tambahan Kasus Corona dari 3 Klaster di Riau dalam Sepekan
Prevalensi Stunting di Desa Bagan Jaya-Pelangiran Tahun 2024
Melalui Vid-Con, Dinkes Riau Apresiasi Upaya Pemkab Inhil dalam Penanganan Covid-19
Dinkes Inhil Demonstrasikan MP-ASI
Ahli Rekomendasikan Skrining Kanker Payudara di Usia 40 Tahun
Target Crash Program Polio di Kota Pekanbaru Masih Dibawah Target
Sudah Dua Hari Dirawat, Balita Gizi Buruk Terbaring Lemah di RSUD Puri Husada Tembilahan
5 Manfaat Siwak untuk Kesehatan Gigi dan Mulut