Pilihan
Serikat Pekerja Sebut Aturan JHT Cair Umur 56 Tahun Tanpa Persetujuan Buruh
JAKARTA (INDOVIZKA) - Presiden DPP Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia, Mirah Sumirat mengungkapkan, pemerintah mengeluarkan Permenaker 2/2022 terkait pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) meski tanpa persetujuan dalam pertemuan dengan buruh.
Dia menjelaskan, Permenaker ini sudah pernah dibawa dalam pertemuan tripartit dengan pemerintah dan buruh. Dalam tingkat badan pekerja, Permenaker ini belum disetujui.
"Jadi kalau di LKS tripartit nasional itu ada yang namanya badan pekerja. Jadi proses-proses ini baru di level badan pekerja. Kalau yang sahnya itu di rapat pleno. Nah, di rapat pleno itu diputuskan setuju atau tidak setuju," katanya dalam diskusi daring, Sabtu (19/2).
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Mirah menuturkan, dalam proses di badan pekerja, seharusnya pemerintah tidak boleh mengeluarkan regulasi atau peraturan terkait pekerja. Dalam proses disana, pekerja sudah diajak bicara dan tidak setuju Permenaker terkait pencairan JHT untuk diplenokan.
"Tetapi ketika masih proses di badan pekerja, artinya pemerintah tidak boleh mengeluarkan regulasi atau peraturan-peraturan yang terkait dengan pekerja. Itu pertama. Ini clear, mereka sudah diajak bicara namun mereka tidak setuju dan belum diplenokan," jelas Mirah.
Pertemuan itu dilakukan pada akhir November 2021. Menurut Mirah, seharusnya kebijakan itu masih belum bisa dikeluarkan karena belum ada keputusan final.
"Belum secara final itu diputuskan. Masih on proses," ujarnya.
Para pekerja menolak Permenaker sebab JHT ini merupakan hak pekerja. Sehingga tidak boleh ditahan-tahan oleh pemerintah.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menegaskan bahwa Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 dibentuk atas dasar rekomendasi dan aspirasi berbagai stakeholder yang mendorong pemerintah menetapkan kebijakan yang mengembalikan program JHT sesuai dengan fungsinya sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 40 Tahun 2004 tentang SJSN.
Menurut Menaker, rekomendasi tersebut antara lain berdasarkan rapat dengar pendapat Kemnaker dengan Komisi IX DPR RI pada 28 September 2021. Raker tersebut dihadiri oleh perwakilan institusi dari Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Direksi BPJS Ketenagakerjaan, Pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dan Pengurus Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).
"Dalam rapat tersebut, Komisi IX mendesak Kemnaker untuk meningkatkan manfaat Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi pekerja informal serta mengharmonisasikan regulasi jaminan sosial terutama regulasi antara klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Program Jaminan Pensiun (JP)," ucap Menaker saat menjadi narasumber pada program Satu Meja Kompas TV pada Rabu (16/2/2022).
Menaker juga mengatakan bahwa Permenaker 2/2022 merupakan hasil pokok-pokok pikiran Badan Pekerja Lembaga Tripartit Nasional pada 18 November 2021, dengan agenda pembahasan mengenai perubahan Permenaker Nomor 19 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua.
"Salah satu rekomendasi yang dihasilkan dari forum itu adalah mengembalikan filosofi penyelenggaraan Program JHT sebagai program jangka panjang untuk memberikan kepastian tersedianya sejumlah dana bagi tenaga kerja pada saat yang bersangkutan tidak produktif lagi, yaitu ketika memasuki masa pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia," katanya.
.png)

Berita Lainnya
Sebelumnya Mempersilahkan, Kini Kakorlantas Tak Lagi Rekomendasikan Mudik Sebelum 6 Mei
Abdul Wahid: Pesantren Dapatkan Jaminan Kembangkan Pendidikan
Pemerintah Indonesia Dinilai Overdosis Cap Radikalisme pada Umat Islam
Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan Jatuh pada Selasa 13 April 2021
Ibu Hamil Buruan Cek Rekening! BLT Mulai Cair Lagi
Facebook Akuisisi Giphy Senilai Rp 6 Triliun
BNPB: Sejumlah Wilayah RI Berpotensi Banjir
Ingin Mengubah Status di KTP Sangat Mudah, Begini Caranya
FPI Berencana Minta Penangguhan Penahanan Habib Rizieq Shihab
Kapolri Ajak Semua Pihak Ciptakan Alam Demokrasi yang Lebih Baik
Prabowo Beli 42 Pesawat Tempur Dassault Rafale dari Prancis
Usulan Calon Kapolri Diserahkan Mensesneg, DPR akan Panggil Listyo Sigit Pekan Depan