Pilihan
Penjelasan RS di Padang Tangani Warga Alami Kulit Melepuh Diduga karena Vaksin
JAKARTA (INDOVIZKA) - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sumatera Barat (Sumbar), berikan penanganan medis terhadap warga Kabupaten Limapuluh Kota atas nama Febri Yulianti yang mengalami kulit melepuh. Saat ini kondisi Febri Yulianti yang dirawat di ruang Embun Pagi RSUP M Djamil Padang mulai membaik, dan terus dipantau oleh tim medis rumah sakit.
"Sejak dirujuk ke Rumah Sakit M Djamil kami terus memberikan penanganan medis, saat ini kondisinya mulai membaik dengan berkurangnya jumlah lesi pada kulit atau ruam," kata Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP) Febri Yulianti yang sekaligus Ketua Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Sumbar, dr. Raveinal SpPD-KAI, Selasa.
Hal itu dikatakannya saat menggelar jumpa pers di RSUP M Djamil Padang didampingi DPJP lainnya dr Gardenia Akhyar Sp KK (K), FINSDV, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan dan Umum Dr dr Dovy Djanas, dan lainnya. Namun demikian, hingga saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan bahwa kejadian yang dialami oleh Febri Yulianti merupakan ikutan usai vaksinasi COVID-19 seperti yang diberitakan.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Raveinal mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan rapat untuk mengumpulkan data riwayat pasien baik sebelum maupun sesudah dilakukan vaksinasi.
"Mulai dari pasien ini tiba di Faskes I, mendaftar untuk vaksinasi, proses skrining, divaksinasi, dan setelah dilakukan observasi, sampai mengalami radang pada kulit," katanya.
Hasilnya secara umum pasien diketahui bahwa Febri Yulianti menderita penyakit psoriasis yang merupakan kondisi ketika sel-sel kulit menumpuk dan menghasilkan bercak bersisik yang gatal dan kering.
"Jadi penyakit ini sudah diderita oleh pasien selama bertahun-tahun. Waktu vaksinasi kondisi pasien dalam kondisi tenang atau tanpa gejala," katanya.
Sesuai dengan panduan pemberian vaksin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kata dia, orang yang memiliki penyakit auto imun bisa divaksinasi dalam kondisi tenang. Selain itu vaksinasi tidak bisa disebutkan begitu saja sebagai pemicu psoriasis terhadap pasien, karena masih ada faktor lain yang bisa menjadi pemicu seperti stres, infeksi, faktor makanan, obat herbal, dan lainnya.
Sehingga untuk memastikannya butuh proses pemeriksaan lebih lanjut dengan alat yang tentunya canggih. "Jadi belum bisa disimpulkan bahwa ini karena vaksinasi, yang pasti kami dari rumah sakit memberikan perawatan dan penanganan medis setiap pasien yang sakit," ujar dr Raveinal.
Berdasarkan rujukan kolegium dari persatuan ahli kulit seluruh Indonesia, tidak ada kontraindikasi antara pasien psoriasis dengan vaksin COVID-19. DPJP lainnya yaitu dr Gardenia Akhyar Sp KK (K), FINSDV menyebutkan pasien atas nama Febri Yulianti merupakan pasien yang menderita penyakit psoriasis selama delapan tahun terakhir yang membuat sistem imunnya tidak seperti orang normal, khususnya pada kulitnya.
Ia menambahkan pasien atas nama Febri Yulianti selama 8 tahun terakhir melakukan pengobatan di berbagai tempat dan mengonsumsi sejumlah obat. Ia juga menjelaskan berdasarkan rujukan kolegium dari persatuan ahli kulit seluruh Indonesia tidak ada kontraindikasi antara pasien psoriasis dengan vaksin COVID-19.
Gina mengatakan berdasarkan riwayat pasien tersebut mendapatkan vaksinasi pada bulan November 2021 di Kabupaten Limapuluh Kota, kemudian datang ke RSUP M Djamil pada 7 Januari untuk rawat jalan dengan kondisi tergolong berat.
"Pada saat itu kami sudah berikan sejumlah terapi sesuai dengan prosedur. Karena kasus psoriasis ini tidak hilang dalam waktu satu pekan makanya kami rujuk kembali ke RS Limapuluh Kota karena disana fasilitas sudah lengkap," ujarnya.
Lalu pada tanggal 19 Februari 2022 pasien kembali datang ke RSUP M Djamil Padang lantaran kondisinya kembali buruk hingga akhirnya diambil keputusan bahwa pasien dirawat di M Djamil Padang.
"Alhamdulillah, setelah kami terapi kondisi pasien sudah mulai membaik terbukti dengan berkurangnya jumlah lesi pada kulit atau ruam," jelasnya.
Sementara Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan dan Umum Dr dr Dovy Djanas, menyebutkan sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah vaksin memberikan dampak terhadap pasien.
Namun, yang jelas, pihaknya akan memberikan perawatan maksimal kepada pasien sampai kondisinya membaik.
"Jika sudah menunjukkan kondisi yang baik maka pasien bisa dirawat jalan di RS yang ada di Limapuluh Kota atau Payakumbuh," katanya.
.png)

Berita Lainnya
Mengenal Omicron, Varian Baru Covid-19 yang 500 Persen Lebih Menular
Riau Tambah 642 Kasus Covid-19, Pasien Sembuh 179 Orang
Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad Sudah Terima Hampir 6.000 Sampel
Tiga Pasien Reaktif Covid-19 di Inhil Diisolasi di RS Sungai Guntung
3 Cara Tepat Membersihkan Telinga, Jangan Sampai Salah
Gelar Operasi Pasar, BPOM Pekanbaru Temukan Cendol Mengandung Bahan Pewarna Berbahaya
Jadi Wakil Inhil, UPT Puskesmas Tembilahan Kota Ikuti Penilaian Kader Berprestasi Tingkat Provinsi Riau
Kemenkes Tegaskan Varian Omicron Belum Masuk Indonesia
Dinkes Inhil Ajak Masyarakat Untuk Cegah Stunting Dari Remaja Hingga Ibu Hamil
Positif Covid-19, 7 Warga Tembilahan Diisolasi di RSUD Puri Husada
Dinkes Inhil Gelar Rapat Koordinasi Tentang Kesehatan Jiwa Masyarakat dan Penyampaian Surat Keputusan TPKJM
4 Pegawai Lapas Tembilahan Nonreaktif, 21 Tahanan Batal di Rapid