Pilihan
Nasib Petani Inhil Tak Pernah Dapat Perhatian dari Pemda Hingga ke Pusat
INDOVIZKA.COM- Hening dalam kesengsaraan nasib petani di Kabupaten Indragiri Hilir tentang anjloknya harga kepala dan pinang di ujung masa kepemimpinan Kepala Daerah di Indragiri Hilir dan minimnya pungsi pengawasan dari wakil rakyat.
Faktanya sejak jauh sebelum periode ini dari satu rezim ke rezim lainnya memang tidak ada yang mampu memberikan solusi dan memberikan jaminan secara pasti, Inilah nasib petani kelapa Inhil yang tidak tersentuh kepedulian pemerintah baik itu daerah hingga ke pusat.
Kemudian Harga kelapa dan pinang belakangan ini terus mengalami penurunan. Akibatnya Petani Kelapa dan pinang di Desa Bantayan dan Desa Batang Tumu ini menjerit ditambah dengan naiknya harga bahan pokok.
Dahri Iskandar Salah satu Tokoh Pemuda Desa setempat saat di konfirmasi awak media mengatakan selain harganya murah yakni sekitar 1.800 per kg, untuk menjual kelapanya pun juga sangat susah.
"Kalau harga sekarang tinggal 1.800 per kg bulat licin. Ditambah lagi kalau mau menjual sekarang harus nunggu antrian berhari-hari karena kapal sering penuh, “ tukasnya.
Dari pantauan didesa desa/Kelurahan seperti lainnya Harga kelapa dan pinang bervariasi hanya di angka 1.800 - 2.300 per kg.
.png)

Berita Lainnya
Wabup Pelalawan Apresiasi Gelaran Pekan Seni Budaya Riau Komplek
Pj Gubri Diharap Beri Dukungan Anggaran Perbaiki Jalan di Pekanbaru
450 Napi Lapas Kelas IIA Pekanbaru Sembuh dari Covid-19
Wako Dumai Paisal Sampaikan Komitmen Penanganan Sampah Yang Optimal dihadapan Kementerian LH RI
Kampanye di Kampar, Cak Imin Ungkap Abdul Wahid Sosok yang Dapat Merubah Riau
Cerita Ragil, Rumitnya Mengurus KTP dari Inhil ke Pelalawan
DPRD Pekanbaru Minta Kontraktor Hadirkan Bank Sampah di Setiap RW
Pj Gubri Ajak Desainer Riau Go Internasional, Bawa Nama Harum Motif Lokal
Penangkapan Diduga Gembong Narkoba di Pelalawan Jadi Tontonan Warga
Peringati Hari Bea Cukai ke-78, KPPBC Tembilahan Gelar Khitanan Masal Gratis
Hari Ini 68 Pelanggar Protokol Kesehatan di Pekanbaru Ditindak
Sempat Putus Kerjasama, Dokumen Sayembara Perparkiran Kembali Disiapkan