Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Pemerintah Kaji Honorer Bisa Dapat Pensiun
Jakarta, INDOVIZKA.COM- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menegaskan pemerintah bertekad memberikan pensiun kepada honorer atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sekarang kita bahas bagaimana teman-teman honorer non ASN ke depan juga bisa dapat pensiun, ini yang paling penting sehingga dengan begitu mereka yang sudah bekerja akan mendapatkan pensiun. Itu salah satu poin yang juga dibahas dalam UU," katanya saat dijumpai di DPR RI, Rabu (12/7/2023).
Sambil menunggu RUU ASN disahkan, pemerintah akan menyurati kepala daerah untuk mulai menganggarkan pensiunan dan gaji PPPK paruh waktu ini karena pembahasannya akan dimulai tahun 2024.
Kalau nanti gak ada anggarannya kan gak bisa digaji nanti jadi masalah," ungkapnya.
Menurutnya, wacana pemberian pensiun ini sejalan dengan rencana Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu atau part time. Hal ini untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) atas penghapusan tenaga honorer yang bakal dilakukan pada 28 November 2023.
Tidak ada pemberhentian massal, tapi juga tidak ada pembengkakan anggaran," kata Anas.
Dengan kepastian ini, maka diharapkan ketakutan akan PHK massal dapat diredam. Dia memastikan DPR dan pemerintah telah menyepakati pengamanan bagi 2,4 juta pegawai honorer ini. Kendati demikian, Anas mengaku bahwa pembahasan mengenai gaji dan skema peralihan status belum dibahas lebih lanjut.
Adapun, menurutnya, PPPK part time akan memiliki kelebihan yakni berstatus sebagai ASN atau lebih tinggi dari sebelumnya yang sebagai tenaga honorer. Selain itu, mereka akan diberikan ruang dan kreasi untuk bisa melakukan aktivitas atau pekerjaan di luar statusnya.
.png)

Berita Lainnya
Percepatan Vaksinasi Jadi Indikator Evaluasi Kinerja Pemda
Banyak Daerah Belum Siap, Sekolah Tatap Muka Tidak Diwajibkan
Truk Batu Batu Bara Tabrak Mobil dan Sepeda Motor di Batanghari, 6 Orang Tewas
Warga di Daerah Kasus Corona Tinggi Diminta Kembali Ibadah di Rumah
Program PEN, Airlangga Sebut Pemerintah Fokus Bantu Swasta Tahun Ini
Perppu Pemilu Besok di Sahkan, DPR: Jangan Ada Lagi Upaya Tunda Pemilu
MUI : Kemungkinan Ada Perbedaan Waktu Lebaran di Indonesia
Diskon Pajak Mobil Baru 100 Persen Diperpanjang ke Agustus
Serikat Pekerja Sebut Aturan JHT Cair Umur 56 Tahun Tanpa Persetujuan Buruh
Awali Tahun 2024, KARA Kembali Kantongi 2 Penghargaan Dari Top Brand
22% Rakyat Indonesia Tidak Percaya Covid-19, Pemimpin Agama Diminta Turun Tangan
PLN Dituntut Buktikan Tidak Menaikkan Tarif Listrik dengan Investigasi Diawasi BPK