Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Menko Airlangga Dorong Kemenristek Terus Kembangkan Teknologi
Jakarta (INDOVIZKA) - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, mendorong Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) terus mengembangkan teknologi berbasis riset dan inovasi dalam penanganan Covid-19.
Salah satu yang didorong Airlangga adalah pemetaan dan surveilans terhadap genome virus Sars Cov-2 dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS). Hal itu bermanfaat dalam mendeteksi potensi strain virus baru yang dapat berpengaruh dalam mekanisme penanganan Covid-19 yang sedang berjalan.
“Komunitas Ristek-BRIN diharapkan terus berkontribusi untuk penanganan Covid-19, mulai dari pemetaan genomic virusnya yang terus bergerak,” ujar Airlangga dalam Rapat Koordinasi Riset dan Inovasi Nasional 2021, Tangerang Selatan, Banten, kemarin.
Selain itu, Airlangga meminta Kemenristek terus membuat inovasi soal 3T (testing, tracing dan treatment) yang sedang digencarkan Pemerintah.
Kementerian yang digawangi Bambang Brodjonegoro itu juga didorong untuk memberikan inovasi yang mendukung metode plasma darah konvalesen untuk upaya penyembuhan pasien Covid-19.
“Ini salah satu yang terus perlu didorong,” imbuh Ketua Umum Partai Golkar ini. Selain untuk Covid-19, pengembangan teknologi berbasis riset dan inovasi juga bisa membantu penanganan bencana alam di Tanah Air. Misalnya, untuk mendeteksi potensi tsunami, seperti yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Dalam acara yang sama, Menristek Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pandemi Corona tidak menghalangi para peneliti untuk terus menghasilkan inovasi teknologi.
Selama 2020, melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 sebagai perwujudan triple helix antara Pemerintah, Peneliti dan Industri, Kemenristek/BRIN telah menghasilkan lebih dari 61 produk inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19.
Upaya 4T (testing,tracing,tracking dan treatment) dilakukan baik dalam bidang pencegahan, skrining dan diagnosis, obat dan terapi, maupun alat kesehatan dan pendukung.
Produk-produk inovasi tersebut terus disempurnakan dan beberapa telah digunakan oleh masyarakat, seperti ventilator, Mobile Lab BSL-2, laboratorium berjalan untuk pengujian sampel Covid-19, rapid test kit dan GeNose C19, yakni alat skrining cepat melalui hembusan napas dan lain sebagainya.
Produk inovasi ini juga terus dikembangkan secara sistematis agar terintegrasi satu sama lain.***
.png)

Berita Lainnya
Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal-Tahun Baru, Warga Diimbau Tak Pulkam
DPR Pilih Mokh Najih sebagai Ketua Ombudsman RI, Berikut Daftar Komisionernya
Pendaftaran Online Kartu Prakerja Dibuka Pekan Kedua April
Ada Aturan Baru, BPJamsostek Sebut Belum Ada Peningkatan Klaim JHT
Ini nih Aturan Haji 2022: Kuota Dibatasi dan Usia di Bawah 65 Tahun, Apa Lagi
Sekretaris Muhammadiyah Tolak Jadi Wamen, Abdul Mu’ti: Saya Merasa Tidak Mampu
PP Bolehkan PNS Pria Poligami, Larang PNS Perempuan Jadi Istri ke- 2
Erick Thohir Siap Kolaborasikan Program Ekonomi Syariah dengan PBNU
PAN Usul Pemerintah Terapkan Lockdown Tiap Akhir Pekan
Epidemiolog Sebut Kemungkinan Virus Corona Varian Baru Sudah Masuk Indonesia
RUU Kejaksaan Disahkan, Jaksa Agung Minta Jangan Disalahgunakan
Sore Ini, Panglima TNI dan Kapolri Kunjungan Kerja ke Riau