Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Tak Bisa Jawab 6 Pertanyaan Ini? Tanda Otak Alami Penurunan Fungsi
INDOVIZKA.COM – Check up singkat kemampuan otak bisa dilakukan dengan metode menjawab pertanyaan.
Cobalah mengevaluasi diri dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut dengan situasi dan kondisi Anda dalam beberapa bulan terakhir:
Pernahkah Anda mengecek 3-4 kali untuk memastikan kunci atau lampu sudah dimatikan sebelum meninggalkan rumah?
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
Pernahkah Anda berusaha untuk menggunakan “kata” yang Anda tahu, tetapi sulit menyebutnya?
Pernahkah Anda berjalan ke atas dan bawah tempat parkir bersama kantong penuh belanjaan, sambil kebingungan mencari di mana mobil diparkir?
Pernahkah Anda lupa nama seseorang yang baru saja ditemui?
Pernahkah orang lain bilang bahwa mereka sudah menyampaikan sesuatu kepada Anda, tetapi Anda lupa sama sekali mengenai hal tersebut?
Pernahkah Anda mengalami kekurangan kemampuan dalam mempelajari hal-hal yang baru, misalnya dalam bisnis dan pekerjaan?
Menurut Dr dr Yuda Turana, SpS, jika Anda menjawab “ya” pada salah satu pertanyaan di atas, kemungkinan besar otak Anda mengalami penurunan fungsi.
Dokter spesialis saraf itu pun menganjurkan Anda sebaiknya memastikan secara obyektif sampai sejauh mana fungsi otak tersebut terganggu.
Di titik inilah pemeriksaan fungsi otak sangat penting, yakni memastikan keluhan memori secara subyektif menjadi terukur secara obyektif.
Cara menilai fungsi otak
Yuda Turana dalam bukunya berjudul Investasikan Otak Anda: Agar Otak Tetap Sehat, Cerdas & Produktif di Masa Depan(2016) menerangkan, menilai fungsi otak manusia dapat dilakukan melalui pemeriksaan psikometrik berupa pertanyaan-pertanyaan terstruktur.
Sebagai contoh, Anda akan diminta untuk mengingat 10 kata dan dilakukan pengulangan 3 kali untuk melihat apakah terjadi proses pembelajaran.
Setelah beberapa saat, Anda kemudian diminta untuk mengingat kembali 10 kata tersebut agar saving score, atau berapa persentase kata yang teringat, dapat dinilai.
Penilaian tersebut dapat menunjukkan fungsi sel otak. Saat sel otak terganggu, kemampuannya cenderung akan menurun.
Begitu juga dengan pemeriksaan kognitif lainnya.
Misalnya, Anda akan diminta untuk menyebut nama-nama hewan sebanyak-banyaknya dalam waktu semenit.
Anda juga bisa diminta untuk mengatakan beberapa nama benda yang terlihat dalam sebuah gambar.
Pada umumnya, pemeriksaan kognitif ini berlangsung antara 20 sampai 60 menit. Hal tersebut tergantung jenis pemeriksaan yang digunakan.
Melalui pemeriksaan itu, kemudian akan didapat kesimpulan seberapa besar kognitif Anda terganggu.
Penilaian dilakukan dengan membandingkan nilai yang didapat dengan kondisi memori rata-rata populasi umur dan tingkat pendidikan yang hampir sama.
Jika Anda telah menjalani pemeriksaan kognitif 2 tahun lalu, secara lebih obyektif pemeriksaan tersebut juga dapat menyimpulkan seberapa besar penurunan fungsi kognitif dibanding kondisi sebelumnya.
Hubungan fungsi otak dan kebodohan
Dalam buku Mendongkrak Kecerdasan Otak dengan Meditasi (2011) karya Rizki Joko Sukmono, SH, berdasarkan penelitian, seumur hidup manusia hanya sekitar 20 persen kapasitas otak yang digunakan, sedangkan 80 persen lainnya belum diketahui.
Hal itu menguatkan indikasi keterkaitan antara kepikunan dengan optimalisasi otak manusia.
Melihat kemampuan dan kapasitas otak yang luar biasa, jadi wajar saja jika ada pendapat bahwa tidak ada manusia yang bodoh.
Kebodohan lebit tepatnya merupakan kondisi yang terimplikasi oleh kemalasan.
Artinya, orang yang merasa tidak cerdas sebenarnya bukan bodoh, tetapi kurang memaksimalkan kinerja dan kemampuan otaknya.
.png)

Berita Lainnya
30 Puskesmas se-Inhil Hadiri Pertemuan Koordinasi SISRUTE
Kasus COVID-19 di Inhil Berada Diangka 355, Berikut Rinciannya
Jumlah Perokok di Indonesia Sebesar 33,8 Persen
BIAN 2022 Dipusatkan di Kepri, Presiden Jokowi dan Menkes Budi Akan Hadir Langsung
1 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di RI Capai 77,74 Persen
Menkes: 1,2 Juta Vaksin Covid-19 yang Baru Tiba untuk Tenaga Kesehatan
Hari Ini, Kasus Positif Covid-19 di Inhil Bertambah Satu Orang
Akhirnya, Lab Uji Sampel Covid-19 Riau Beroperasi 15 April
Kenali Gejala Omicron, Varian Baru Covid-19
Indonesia Terima Donasi 1,7 Juta Lebih Dosis Vaksin Pfizer dari Amerika
Kasus Covid-19 Meningkat, Riau Masuk Lima Besar
5 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan