Pilihan
Kenali Gejala Omicron, Varian Baru Covid-19
JAKARTA (INDOVIZKA) - Virus Covid-19 masih mengalami mutasi secara terus menerus. Secara global, dilaporkan munculnya varian baru virus corona bernama Omicron. Lantaran sifat virus RNA, cenderung berevolusi dan berubah secara bertahap, serta menghasilkan varian berbeda secara genetik.
Varian Omicron ini pertama kali dijumpai di Inggris dan mendorong penularan penyakit di sejumlah wilayah. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito menegaskan pemerintah Indonesia, hingga kini belum mendeteksi adanya kasus Covid-19 varian Omicron di tanah air.
"Sampai sekarang belum ditemukan kasus varian Omicron," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Lawan Covid19 ID, Kamis (9/12).
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Melansir dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), belum diketahui pasti mengenai penularan Omicron. Apakah lebih mudah menyebar dibandingkan dengan varian lain, terutama Delta. Saat ini, para peneliti bahkan masih mencari tahu faktor penyebab peningkatan orang terinfeksi atau yang terkena varian ini.
Tingkat keparahan dari varian Omicron belum jelas juga, menyebabkan gejala dan sakit yang lebih parah dibandingkan infeksi varian lain atau tidak.
Laporan dari WHO, belum ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang ditimbulkan dari varian Omicron berbeda dari varian lainnya.
Dengan kata lain, infeksi awal yang dilaporkan cenderung menimbulkan gejala sakit lebih ringan, seperti demam, batuk, pilek, hingga sesak napas. Bahkan yang sudah divaksin, disinyalir masih bisa tertular. Baik dengan gejala maupun sebagai orang tanpa gejala (OTG).
Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Karena semua varian Covid-19 dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian, khususnya bagi orang-orang yang paling rentan.
Sehingga pencegahan selalu menjadi kunci dan disiplin terhadap 5M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan.
.png)

Berita Lainnya
Dinkes Inhil Laksanakan Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Pelaksanaan GERMAS di Tatanan Pendidikan
Terjadi Penurunan Stunting di Desa Harapan Makmur
Tak Hanya Olahraga, 4 Makanan Ini Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Dinas Kesehatan Riau Sudah Alokasikan Rp46 Miliar untuk Penanganan Covid-19
Suspect Corona, Warga Asal Inhu Dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan
Jumlah Pasien Covid-19 di Inhil Terus Menurun
Cegah Stunting, Puskesmas Kuala Enok Deklarasikan Anti Pernikahan Dini
Kadinkes Inhil Ajak Masyarakat Kenali Gejala ISPA Beserta Pencegahannya
Mitos Mitos dan Fakta Berjemur Bisa Cegah Virus Corona
Manfaat Daun Sirih, Obati Beragam Penyakit Hingga Kecantikan
Virus Corona Terus Bermutasi, Apa Itu Varian AY.4.2 Delta Plus?
Begini Cara Virus Korona Masuk ke dalam Tubuh