Pilihan
Kasus Covid-19 Meningkat, Riau Masuk Lima Besar
PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menyampaikan saat ini kasus Covid-19 di Provinsi Riau mengalami peningkatan dan secara framenya Provinsi Riau termasuk lima besar di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Gubri saat memimpin rapat koordinasi terkait perkembangan Covid-19 di Provinsi Riau secara virtual dengan bupati dan wali kota beserta Forkopimda Provinsi Riau dan Forkopimda kabupaten/kota, di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (19/04/21).
Ia menyebutkan perlunya koordinasi bersama kabupaten/kota se Riau dan juga untuk mengetahui sejauh apa persoalan yang dihadapi oleh daerah yang tren kasus positif Covid-19 meningkat.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Tren peningkatan kasus positif Covid-19 perlu segera diatasi. Ia berpesan ada beberapa langkah yang harus dilakukan kabupaten/kota yang kasus Covid-19 nya meningkat diantaranya, pertama daerah tersebut memberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Pelaksanaan PPKM ini memang perlu kita lakukan hingga ke tingkat RT atau RW berdasarkan zonasi masing-masing daerah," kata Gubri.
Tentunya, penetapan PPKM ini berpedoman kepada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 1 Tahun 2021, dalam Inmendagri tersebut terdapat peraturan pelaksanaan PPKM sesuai zonasi masing-masing daerah.
"Di situ (Inmendagri Nomor 1 Tahun 2021, red) sudah ada disebutkan yang mana kategori zona oranye, zona merah sudah ada pengaturannya dan ini menjadi pedoman kita semua," ujarnya.
Selain itu, berpedoman kepada Surat Edaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 9 Tahun 2021 tentang ketentuan pembentukan poskomando (posko) yang dievaluasi setiap minggu dan dilaporkan ke satuan tugas provinsi setiap dua minggu.
"Pelaporan ini sangat penting untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas PPKM di daerah dan juga dapat mengetahui kendala yang mungkin dihadapi saat penetapan PPKM," ucapnya.
Kedua, melakukan peningkatan kontak tracing misalnya satu orang terkonfirmasi positif Covid-19 dilakukan kontak tracing minimal kepada 15 orang. Ketiga, memperhatikan ketersediaan ruang isolasi, ICU dan obat - obatan di rumah sakit di masing - masing daerah.
Keempat, diharapkan menyediakan rapid antigen di puskesmas di masing-masing daerah. Kelima, melakukan penguatan pengawasan kedisiplinan konsistensi kepatuhan, pelaksanaan protokol kesehatan, di seluruh elemen masyarakat seperti publik area, pasar tradisional, sekolah, kantor dan serta rumah ibadah.
Keenam, menerapkan pemberian sanksi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang melanggar peraturan daerah Nomor 4 Tahun 2020 tentang perubahan Perda Nomor 21 tahun 2018 tentang penyelenggaraan kesehatan.
"Tentunya melakukan penegakan sanksi secara humanis apalagi saat ini kita tengah dihadapi suasana berpuasa, semoga mereka bisa mengerti bahwa sanksi yang diberikan untuk menyelamatkan rakyat kita semua," pungkasnya.
.png)

Berita Lainnya
Tiga Pasien Reaktif Covid-19 di Inhil Diisolasi di RS Sungai Guntung
Kadinkes Inhil Ikuti Zoom Meeting Pencanangan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting
Ahli Rekomendasikan Skrining Kanker Payudara di Usia 40 Tahun
Pemakaman Jenazah PDP Covid-19 di Tembilahan Sesuai Protokol
1.143 ODP Pekanbaru Jalani Rapid Test, 8 Hasilnya Positif
Update Covid-19 di Riau: 1.823 ODP, 55 Pasien Dalam Pengawasan
7 Faktor Penyebab Munculnya Lemak Perut
Warga Sungai Bela Diserang Wabah Kupu-kupu Beracun, Dinkes Gerak Cepat Atasi Wabah
Dengan 139 Kasus Positif, Tim Satgas Inhil Lakukan Berbagai Upaya Penanggulangan Malaria Secara Intensif
Diskes Riau Gunakan Asrama Haji Sebagai Lokasi Isolasi Mandiri Pasien Covid-19
Sempat Meningkat, Kasus Stunting Kecamatan Tembilahan Hulu Turun di 2024
Hari Ini Reteh Rujuk 2 Pasien Reaktif ke RSUD Tembilahan